Ilustrasi anak dapat THR atau uang Lebaran. Foto: Aku.Alip/Shutterstock
Momen Lebaran sering kali identik dengan pemberian THR, terutama untuk anak-anak. Namun, di balik tradisi tersebut, orang tua perlu memahami bagaimana cara mengenalkan konsep menerima dan memberi dengan benar agar tidak menanamkan kebiasaan yang keliru sejak dini.
Financial Planner, Ila Abdulrahman, menjelaskan bahwa dalam nilai agama dan etika, ada prinsip penting yang perlu diajarkan kepada anak, yakni tidak boleh meminta, tetapi juga tidak boleh menolak ketika diberi.
Menurutnya, meminta THR bukanlah kebiasaan yang baik untuk diajarkan. Sebaliknya, jika anak menerima pemberian, mereka perlu diajari untuk menerimanya dengan baik karena menolak pemberian bisa melukai perasaan orang yang memberi.
Ilustrasi anak dapat THR atau uang Lebaran . Foto: Aku.Alip/Shutterstock
"Nggak boleh menolak gitu, ya. Karena akan melukai orang yang memberi gitu. Ada kok dasar hukumnya itu hadisnya ya, bahwa tangan di atas lebih baik daripada tangan di bawah. Itu yang utama," ujar Ila kepada kumparanMOM, Rabu (18/3).
Jelaskan Makna Rezeki dan Berbagi pada Anak
Ia menambahkan, penting bagi orang tua untuk mengenalkan konsep bahwa dari setiap rezeki yang diterima, selalu ada hak orang lain di dalamnya. Misalnya melalui zakat, sedekah, atau berbagi kepada sesama.
Ilustrasi Anak Bersalam-salaman di Hari Lebaran. Foto: Shutterstock
Dengan begitu, anak tidak hanya belajar menerima, tetapi juga memahami pentingnya berbagi. Hal ini membantu membentuk karakter anak agar tidak tumbuh menjadi pribadi yang hanya menunggu pemberian.
"Jadi intinya adalah dari apa yang kita terima, kita juga harus berbagi, supaya rantai sedekah ini berjalan, berputar, atau rantai kebaikan ini terus-menerus berjalan, berputar gitu," tegasnya.
Anak Belajar dari Contoh Orang Tua
Selain itu, Ila juga menekankan bahwa anak pada dasarnya tidak memahami konsep THR sejak lahir. Mereka belajar dari lingkungan, terutama dari orang tua. Kebiasaan seperti menyuruh anak meminta THR kepada kerabat justru dapat membentuk pola pikir yang kurang tepat.
Ilustrasi anak dapat THR atau uang Lebaran atau angpao. Foto: Firdaus Khaled/Shutterstock
Sebaliknya, orang tua perlu mengajarkan bahwa Lebaran adalah momen untuk bersilaturahmi dan saling memaafkan, bukan untuk mencari atau menargetkan THR. Pemberian uang atau hadiah hanyalah bonus, bukan tujuan utama.
Sementara jika tidak memiliki anggaran atau memang tidak ingin memberi, penolakan bisa dilakukan dengan sopan namun tegas. Misalnya dengan mengatakan bahwa anak tersebut tidak termasuk dalam daftar penerima THR tahun ini.
Ilustrasi silaturahmi bersama keluarga atau orang tua di hari Lebaran atau Idul Fitri. Foto: Odua Images/Shutterstock
Hal ini penting untuk menghindari kebiasaan yang membuat orang lain merasa "berhak" menerima pemberian secara terus-menerus.
"Nggak usah takut dikira pelit ketika menolak," ujar Ila.
Pada akhirnya, yang perlu ditanamkan adalah prinsip tidak meminta, tidak bergantung pada pemberian, tetapi tetap menghargai ketika menerima. Dengan pola asuh yang tepat, anak dapat memahami makna rezeki, berbagi, dan menghargai orang lain sejak dini, Moms.