Chiki Fawzi ikut misi kemanusiaan untuk Gaza. Foto: Chiki Fawzi
"Kalau bahasa ibu saya, ada hujjah (bukti) yang harus diperjuangkan di sana," ujar Chiki Fawzi kepada kumparan di Tunisia pada kamis (4/9).
Dari pesan ibu tersebut, putri dari Ikang Fawzi dan Marissa Haque ini memutuskan untuk bergabung dalam program Global Sumud Flotilla menuju Gaza.
Sejak lama, Chiki telah menjadi salah satu perempuan yang aktif dalam menyiarkan kepeduliannya. Ia mengangkat isu Palestina lewat cara yang dekat dengan dirinya, yakni dunia pop culture.
Melalui akun Instagram pribadinya, perempuan berusia 36 tahun tersebut memanfaatkan ruang digital dengan menggaungkan kebenaran.
"Genosida itu selalu berbarengan dengan verisida—mematikan kenyataan dan kebenaran. Jadi kita-kita yang punya media sosial ini harus menyambungkan kebenaran dan apa yang terjadi di Gaza," ujar Chiki.
Perjalanan Chiki Fawzi ke Gaza
Chiki Fawzi jadi salah satu influencer yang akan berlayar ke Gaza dalam agenda Global Sumud Flotilla, Kamis (4/9/2025). Foto: Rizki Baiquni Pratama/kumparan
Mendengar keputusan anaknya, sang ayah sempat terkejut. Namun, Ikang Fawzi akhirnya memberikan izin dan doa kepada putri bungsunya.
Sebelum menginjakkan kakinya di Gaza, Chiki bersama relawan dari seluruh dunia mendapatkan pelatihan terlebih dahulu di Tunisia. Pada Jumat (5/9) Duta Besar (Dubes) RI untuk Tunisia, Zuhairi Misrawi, melakukan acara pelepasan relawan Indonesia yang akan berlayar. Chiki merupakan salah satu dari 33 relawan Indonesia yang bergabung dalam perjalanan ini.
Rencananya, para relawan akan berlayar pada Minggu (7/9) dari pelabuhan Tunisia. Namun, sayangnya perjalanan mereka tidak bisa berlanjut hingga ke Gaza karena alasan kondisi cuaca yang buruk.
Meski perjalanannya harus terhenti di Tunisia, tapi dari sini Chiki bertemu dengan berbagai aktivis dunia, seperti Greta Thunberg, aktivis lingkungan asal Swedia, Thiago Avila, aktivis sosial dari Brasil, hingga Francesca Albanese, utusan khusus PBB untuk Palestina.
Akar Kepedulian Chiki Fawzi
Chiki mengatakan bahwa almarhum ibunya juga telah menanamkan pentingnya membela Baitul Maqdis, wilayah yang dianggap suci dan menjadi kiblat pertama umat Islam sebelum berpindah ke Ka'bah di Makkah.
Kemudian ia berkuliah di jurusan Animasi di Multimedia University Malaysia, dan disinilah ia bertemu dengan teman yang berasal dari Palestina. Kemudian, kepeduliannya terhadap negara tersebut semakin meningkat.
Chiki pun berpesan agar semakin banyak anak muda Indonesia yang peduli pada isu kemanusiaan, khususnya yang terjadi di Palestina.
"Please, wake up. Banyak anak muda dari negara-negara bule, non-muslim, tapi bergerak atas dasar kemanusiaan. Semoga teman-teman muda di Indonesia juga peduli," tutupnya.