Ilustrasi perempuan muslim buka puasa. Foto: admin
Selain kesehatan tubuh, kesehatan kulit juga perlu diperhatikan selama berpuasa di bulan Ramadan. Salah satunya karena adanya perubahan gaya hidup saat bulan suci ini.
Dokter Spesialis Dermatologi, Venereologi, dan Estetika dari Rumah Sakit Brawijaya Antasari, dr. Melody Febriana Andardewi, Sp.DVE, menjelaskan bahwa saat berpuasa terjadi perubahan pola makan, asupan cairan, dan waktu istirahat, yang semuanya bisa memengaruhi kesehatan kulit.
Contoh permasalahan yang sering terjadi adalah kulit kering dan kusam, menjadi lebih sensitif, timbul jerawat, serta bibir pecah-pecah," ujarnya kepada kumparanWOMAN saat wawancara eksklusif.
Dari permasalahan kulit tersebut, muncul berbagai pendapat seputar kecantikan saat menjalani puasa di bulan Ramadan. Mulai dari anggapan mata panda akan lebih gelap karena bangun sahur, hingga penggunaan face mist dapat menggantikan kebutuhan asupan cairan selama berpuasa.
Agar kamu tidak terkecoh dengan pendapat yang beredar, kumparanWOMAN telah merangkum beberapa mitos dan fakta seputar kulit selama Ramadan. Jadi, baca artikel ini sampai habis, Ladies!
Bangun sahur bikin mata panda semakin hitam?
Ilustrasi mata lelah meski sudah tidur cukup. Foto: Shutterstock
Sahur membuat umat muslim bangun lebih awal dibanding biasanya. Oleh karena itu, banyak yang berpikir kalau aktivitas makan sebelum berpuasa ini akan membuat mata seperti panda. Namun, dr. Melody mengatakan kalau ini adalah mitos.
"Bukan karena bangun sahurnya, tapi karena efek kurangnya durasi tidur kita. Kalau kita kurang tidur, terjadi pelebaran pembuluh darah di bagian bawah mata, sehingga terjadi mata panda," ujar dr. Melody.
Puasa dapat membuat kulit lebih kering dan kusam?
Ilustrasi kulit kering. Foto: Kmpzzz/Shutterstock
Menurut polling yang dilakukan oleh kumparan pada 21-28 Februari, sebanyak 54,89 persen orang mengaku mengalami kulit kering selama bulan Ramadan. Dr. Melody menjelaskan kalau masalah ini memang fakta, tapi bukan berarti kulit tidak bisa tetap lembap selama berpuasa.
"Jika asupan cairan kita tercukupi dan penggunaan pelembapnya juga dilakukan secara rutin, maka kulit kita bisa terjaga kelembapannya," ungkap dr. Melody.
Kita tak boleh pakai skincare termasuk lip balm saat berpuasa?
Menggunakan lip balm untuk melembabkan bibir Foto: Shutter Stock
Banyak yang berpikir kalau memakai skincare termasuk lip balm dapat membatalkan puasa karena masuk ke dalam kulit. Namun, dr. Melody mengatakan kalau ini adalah mitos,.
"Penggunaan moisturizer, termasuk lip balm tidak membatalkan puasa karena tidak masuk ke saluran cerna," jelas dr. Melody.
Face mist dapat menggantikan asupan air dan bikin kulit lebih terhidrasi?
Ilustrasi face mist. Foto: vijay solanki photography/Shutterstock
Face mist memiliki kandungan air yang cukup besar, yakni 70 hingga 95 persen. Akan tetapi, hal itu tidak dapat menggantikan kebutuhan asupan air selama berpuasa. Jadi, ini hanyalah mitos.
"Face mist hanya menempel di permukaan kulit kita saja, dalam beberapa menit akan menguap sehingga tidak bisa menggantikan kebutuhan cairan di dalam tubuh kita," ujarnya
Banyak makan gorengan dan minuman manis saat berbuka bisa menyebabkan jerawat?
Siapa di sini yang buka puasa dengan gorengan dan minuman manis? Meski lezat di lidah, hal ini kurang baik untuk kulit. Dr. Melody menjelaskan bahwa konsumsi makanan berminyak dan minuman manis dapat memicu jerawat. Oleh karena itu, pertanyaan di atas adalah fakta.
"Konsumsi minuman manis dan makanan berminyak bisa memicu peningkatan aktivitas kelenjar minyak di kulit, sehingga dapat mengakibatkan peradangan dan terjadi akhirnya timbul jerawat," ungkapnya.
Minum banyak air saat sahur dapat bikin kulit lembap seharian?
Ilustrasi perempuan konsumsi air .Foto: Hananeko_Studio/Shutterstock
Saat berpuasa, kita tidak boleh minum air kurang lebih 13 jam. Hal ini mengakibatkan kulit kekurangan cairan yang dapat mengakibatkan kulit kering. Untuk mencegahnya, banyak yang berusaha untuk minum banyak air saat sahur. Namun, anggapan bahwa kulit akan lebih lembap seharian karena minum banyak air saat sahur adalah mitos.
"Tubuh kita tidak bisa menampung air secara sekaligus, karena kalau ada kelebihan air itu akan dibuang melalui urine dan keringat," ucapnya.