Ilustrasi perempuan muslim. Foto: Photoroyalty/Shutterstock
Dilema haid menjelang waktu berbuka tentu pernah dialami oleh banyak perempuan Muslim. Hal ini menjadi hal yang cukup mengganggu karena taak sedikit yang merasa puasa hampir seharian jadi sia-sia dan kita juga harus menggantinya setelah momen Ramadan usai.
Hasil vox pop kumparanWOMAN kepada tiga perempuan menemukan bawah dua di antara mereka mengaku pura-pura tidak menyadari bahwa haidnya sudah keluar meskipun memiliki firasat yang kuat. Para Ladies ini memilih memeriksanya setelah azan Maghrib, sehingga merasa puasanya pada hari itu tidak perlu diganti.
Namun, Ustazah dan Dosen UIN Jakarta, Dr. Hj. Mauidlotun Nisa', Lc., S.Pd.I., M.Hum, mengatakan hal itu tidak boleh dilakukan. Sebab, apabila darah haid keluar dari kemaluan, puasanya tetap batal meskipun mendekati waktu berbuka.
Hukum haid sebelum berbuka atau mendekati waktu berbuka tetap wajib mengganti puasa di hari lain. Perlu diingat kalau ini haid merupakan bagian dari rizki dan kehormatan bagi perempuan," ujar Ustazah Nisa kepada kumparanWOMAN.
Bentuk Menjaga Keseimbangan Tubuh
Ilustrasi perempuan muslim haid jelang berbuka. Foto: Quality Stock Arts/Shutterstock
Ustazah Nisa menjelaskan bahwa menghentikan puasa saat haid merupakan bentuk menjaga keseimbangan tubuh. Hal ini juga didasari alasan medis karena tubuh saat haid cenderung lebih lemah.
"Saat perempuan haid, tubuh menjadi lemas karena kadar hormonnya menurun, lalu kemungkinan terjadi anemia ringan. Oleh karena itu, tubuh membutuhkan asupan makan yang cukup. Jadi, syariat kenapa perempuan haid tidak boleh berpuasa sangat relevan dengan medis," jelasnya.
Cara Memastikan Haid Keluar
Ilustrasi Periode siklus menstruasi. Foto: WindNight/shutterstock
Sebagian besar perempuan mengalami haid dengan intensitas yang sangat ringan di hari pertama. Sehingga keluarnya tak banyak dan biasanya warnanya kecokelatan. Hal ini tak jarang menimbulkan keraguan. Nah, untuk memastikannya Ustazah Nisa menyarankan agar kamu memasukkan kapas atau cotton bud ke vagian secara perlahan. Pastikan jika darah haid benar-benar keluar.
"Jika darah baru keluar tepat pada waktu Magrib atau setelahnya, puasa tetap dianggap sah. Namun, jika sudah yakin darah keluar sebelum magrib, puasa batal. Jadi tolok ukurnya adalah keyakinan dan kejujuran perempuan dalam mengukur darah haidnya," ungkapnya.
Ustazah Nisa pun mengatakan agar perempuan tidak berkecil hati saat mendapati haid menjelang berbuka karena itu merupakan bentuk anugerah dari Allah SWT untuk perempuan.
Haid merupakan anugerah dari Allah untuk perempuan, sehingga kehadirannya merupakan hal patut disyukuri," ujarnya.
Selain itu, saat haid perempuan juga tetap dapat melakukan ibadah lain seperti menyiapkan makanan untuk berbuka dan sahur bagi orang yang berpuasa, berzikir, dan bersedekah.