Konflik kecil dalam rumah tangga kerap berawal dari hal sederhana, salah satunya saat kita, para istri, meminta bantuan kepada suami. Sering kali saat meminta tolong, para istri memberikan penekanan 'sekarang'.
Menurut Psikolog klinis dewasa dari Rumah Dandelion, Nadya Pramesrani, kebiasaan itu bukan tanpa alasan, Moms.
"Karena mungkin sering sekali dari pengalaman sebelumnya, kalau nggak sekarang jadinya lupa. Dan ketika lupa dan diingatkan kembali, wah jadi berantem deh tuh," ucap Nadya kepada kumparanMOM, Selasa (3/2).
Tips dari Psikolog untuk Minta Bantuan Tanpa Drama
Ilustrasi Pasangan Bertengkar. Foto: Shutterstock
Situasi ini membuat kedua belah pihak sama-sama merasa tidak nyaman. Ibu merasa kesal karena harus terus mengingatkan, sementara ayah merasa dibaweli dan tidak dipercaya. Padahal, konflik tersebut sebenarnya bisa diminimalkan dengan komunikasi yang lebih jelas.
Menurut Nadya, saat ingin meminta bantuan, ibu sebaiknya terlebih dulu melihat kondisi ayah. Apakah sedang memungkinkan untuk membantu atau tidak. Jika belum bisa, permintaan dapat disampaikan dengan batas waktu yang jelas.
Di sisi lain, ayah juga memiliki peran penting. Ketika dimintai tolong namun belum bisa langsung melakukannya, ayah disarankan untuk tetap menyanggupi permintaan tersebut dengan menyebutkan waktu yang spesifik, misalnya setengah jam atau satu jam kemudian. Kejelasan waktu ini membantu mengurangi risiko lupa sekaligus memberi rasa dihargai pada pasangan.
Ilustrasi suami membantu istri mengerjakan pekerjaan rumah. Foto: Odua Images/Shutterstock
Namun, lebih dari soal lupa atau tidak, Nadya menjelaskan adanya persoalan yang lebih mendasar, yakni rasa tanggung jawab dan kepemilikan terhadap pekerjaan rumah tangga. Tidak jarang ibu merasa lelah karena harus terus meminta bantuan.
"Di situ masalahnya, ketika yang diminta tolong itu mesti disampaikan dulu, sering kali ini membuat ibu merasa bahwa 'Kok nggak ada partnership di sini? Kok kamu tidak tahu apa yang mesti dilakukan'," tuturnya.
Ilustrasi suami istri melakukan pekerjaan rumah tangga bersama. Foto: BaLL LunLa/Shutterstock
Karena itu, penting bagi pasangan untuk membagi peran dan tanggung jawab secara jelas sejak awal. Menentukan apa yang menjadi tanggung jawab masing-masing, lalu menjalankannya dengan inisiatif sendiri.
Hal itu dapat menumbuhkan rasa kebersamaan dan partnership dalam rumah tangga. Dengan begitu, urusan minta tolong tak lagi menjadi sumber pertengkaran, melainkan bentuk kerja sama yang saling mendukung.