Ilustrasi anak main smartphone. Foto: Shutterstock
Di era digital seperti sekarang, memisahkan anak-anak dengan gadget adalah hal yang sulit. Sejak kecil, mereka sudah terbiasa melihat orang tua dan keluarganya memegang ponsel atau perangkat lainnya, sehingga membuatnya penasaran dan ingin coba memainkannya.
Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDA) tidak menyarankan bayi di bawah 2 tahun untuk terpapar screen time. Si kecil baru boleh diberikan gadget ketika berusia 2 tahun, itu pun dengan durasi maksimal 1 jam per hari.
American Academy of Child & Adolescent Psychiatry (AACAP) juga menyarankan untuk membatasi screen time anak berusia 2-5 tahun selama 1 jam/hari saat weekday, dan 3 jam saat weekend. Sedangkan untuk anak usia 6 tahun ke atas sebaiknya mulai diajarkan kebiasaan digital yang sehat sambil tetap dibatasi screen time-nya.
Selain memastikan screen time anak nggak kebablasan, pantau juga tontonan mereka. Pastikan konten yang dikonsumsi sehat dan edukatif. Soal itu, ada nih beberapa rekomendasi channel YouTube edukatif yang bisa kamu berikan pada si kecil, Moms.
Rekomendasi Channel YouTube Edukatif untuk Anak
Ilustrasi orang tua menemani anak main gadget. Foto: zEdward_Indy/Shutterstock
Nggak semua konten di YouTube Kids itu bersifat edukatif. Menurut Mom Ismiyati (39), terkadang rekomendasi di YouTube Kids masih sering menampilkan konten brain rot yang bisa menurunkan fungsi kognitif anak.
"Kadang, aku masih filter tayangan-tayangan rekomendasi di YouTube Kids dia. Soalnya masih ada tayangan-tayangan yang sifatnya brain rot kayak skibidi, atau konten-konten mukbang permen warna-warni," ucapnya.
Mom Ismiyati sendiri lebih sering memberikan konten sains atau agama pada buah hatinya. Berikut ini beberapa channel yang dia rekomendasikan:
KABI Kisah Teladan Nabi
Nussa Official
Dolewak
SISI TERANG
Peekaboo Kidz
Mom Ismiyati mengungkapkan bahwa tontonan edukasi membawa pengaruh positif. Terbukti dari pelafalan anaknya yang jelas saat berbicara dan memiliki rasa ingin tahu tinggi.
"Karena sering distimulus, pelafalan anak sejak mulai bicara jadi jelas, bukan yang bahasa bayi, misal 'minum susu' jadi 'minum cucu'," ujarnya, "anak itu rasa ingin tahunya juga luar biasa deh. Pernah dia tertarik sama macam-macam bencana alam, bagaimana proses hewan tumbuh, berbagai jenis hewan laut."
Ilustrasi anak bermain gadget. Foto: Melly Meiliani/kumparan
Senada dengan yang di atas, Mom Yunita Fajriyah (31) memberikan tontonan sains dan agama untuk anaknya. Beberapa channel yang menurutnya recommended adalah:
Omar & Hana Indonesia
Yufid Kids
Assyifa Animasi
Blippi
National Geographic Kids
Karena tontonan tersebut, anak Mom Yunita jadi memiliki kemampuan berbahasa yang baik dan bisa menyerap ilmu dengan mudah.
"Anak-anakku jadi lebih cepat hafal huruf hijaiyah, mengenal angka, mengetahui rukun iman dan rukun Islam lewat lagu karena channel edukasi," ucapnya.
Meski begitu, Mom Yunita tidak menampik adanya pengaruh negatif dari kebiasaan menonton YouTube. "Pada awalnya, walaupun sudah dibatasi durasi menontonnya, terkadang tetap menimbulkan kecanduan sampai tantrum," ungkapnya.
Karena itu, Mom Yunita menekankan pada orang tua agar senantiasa sabar dan memberi pemahaman pada anaknya terkait kebiasaan digital yang sehat.
"Sangat penting membuat kesepakatan pada anak sebelum memberikan tontonan, komunikasikan kepada anak kenapa harus ada batasan dan aturan, kerja sama dengan pasangan agar satu suara, tegas melarang jika anak mencoba ingin menonton lebih lama," pesannya.
Dapatkan inspirasi parenting dan dukungan hangat dengan bergabung komunitas teman kumparanMOM di kum.pr/mom4