Wamendagri Bima Arya di kompleks Akmil, Magelang, Jawa Tengah, Rabu (26/2/2025). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Wamendagri Bima Arya mengatakan, Kemendagri terus memantau situasi terkini kawasan yang terdampak bencana banjir dan tanah longsor di sejumlah wilayah di Sumatera Utara dan Sumatera Barat.
Sebab, beberapa saluran komunikasi di wilayah-wilayah tersebut dikabarkan terputus.
"Kami melakukan komunikasi dengan para kepala daerah. Ada Wali Kota Langsa, yang tidak bisa mengakses daerahnya, ya karena baru kembali dari Jakarta, dan saluran komunikasi masih terputus di sana," kata Bima Arya, di Istana Negara, Kamis (27/11).
Untuk mengatasi situasi tersebut, Bima telah mengutus Dirjen Administrasi Wilayah untuk memonitor kondisi di daerah-daerah yang terkena bencana untuk memulihkan akses.
"Karena PLN juga terputus, saya berkomunikasi, berkoordinasi dengan Wamenkomdigi, Pak Angga (Angga Raka Prabowo), yang segera dengan cepat, ya, berusaha untuk berkoordinasi dengan PLN dan para provider untuk memulihkan jalur komunikasi," terang dia.
Banjir bandang menerjang Nagari Malalak Timur, Kabupaten Agam, Sumatera Barat (Sumbar), Rabu (26/11). Foto: Dok. kumparan
Sementara Menteri Komunikasi dan Digital Meutya Hafid mengatakan pihaknya sudah berkoordinasi dengan operator telepon seluler terkait dengan kondisi sinyal di sejumlah daerah yang terputus-putus.
"Jadi, kita minta mereka terus memantau dan segera melakukan perbaikan, dan yang paling utama juga menginformasikan kepada masyarakat titik-titik mana saja yang terdampak," kata Meutya.
Lebih jauh, Meutya menuturkan, Kementerian Komdigi sudah melaporkan titik-titik yang mengalami masalah melalui websitenya.
"Tapi, kita minta operator seluler juga proaktif kepada, apa, penggunanya untuk selalu memberi tahu jika ada gangguan-gangguan. Mudah-mudahan cepat diperbaiki," tandas dia.
Kondisi terkini banjir dan lonsor landa 11 kabupaten/kota di Sumut. Foto: Dok. Istimewa
Hari ini, sejumlah Menteri Kabinet Merah Putih tengah dipanggil Presiden Prabowo ke Istana. Salah satu yang akan dibahas salah satunya penanganan bencana.
Mereka yang dipanggil adalah Menteri Investasi dan Hilirisasi Rosan Perkasa Roeslani, Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa, Kepala BP BUMN Dony Oskaria, Menteri Pendidikan Dasar dan Menengah Abdul Muti, Menteri Pekerjaan Umum Dody Hanggodo, Menteri ESDM Bahlil Lahadalia.