Mengapa Anak Bisa Menolong Tanpa Disuruh? Begini Proses Terbentuknya Empati - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Mengapa Anak Bisa Menolong Tanpa Disuruh? Begini Proses Terbentuknya Empati
Jan 21st 2026, 11:24 by kumparanMOM

Ilustrasi anak peduli sesama. Foto: AnnGaysorn/ Shutterstock
Ilustrasi anak peduli sesama. Foto: AnnGaysorn/ Shutterstock

Influencer yang juga ibu 2 orang anak, Merdi Octavia, membagikan momen mengharukan saat liburan keluarga di luar negeri di akun Instagramnya @merdioctav. Ia tak menyangka anak sulungnya punya empati dan kepekaan tinggi pada sekitar.

Menurut Merdi, momen itu terekam saat suaminya sedang mengantre di sebuah restoran dan ia menggendong si bungsu. Tiba-tiba ada seorang pedagang terjatuh di sekitar lokasi dan anak sulungnya langsung bergegas mendekat, berusaha membantu.

Tanggapan Psikolog soal Proses Terbentuknya Empati Pada Anak

Psikolog Klinis, Raden Mutiara Puspa Wijaya, M.Psi., Psikolog, menyebut bahwa reaksi spontan anak untuk menolong merupakan tanda perkembangan empati yang sehat. Pada dasarnya, manusia memiliki kemampuan empati sejak dini.

Ketika anak mulai mampu mengenali perasaan orang lain dan memiliki dorongan sosial, keinginan untuk membantu bisa muncul secara alami tanpa perlu disuruh.

"Sehingga keinginan untuk menolong bisa muncul secara alami tanpa harus disuruh," ujar Mutiara kepada kumparanMOM, Rabu (14/1).

Ilustrasi orang tua dan anak. Foto: LightField Studios/Shutterstock
Ilustrasi orang tua dan anak. Foto: LightField Studios/Shutterstock

Ia juga menekankan bahwa anak belajar perilaku sosial terutama melalui proses meniru, khususnya dari orang-orang terdekat seperti orang tua. Sikap orang tua yang terbiasa menolong, menghargai, dan peduli pada sesama akan diserap anak sebagai nilai dan aturan sosial.

"Kalau orang tua terbiasa menunjukkan sikap menolong, menghargai, dan peduli, anak menyerap itu sebagai aturan sosial seperti 'Kalau ada yang kesusahan, kita bantu'. Dari kebiasaan inilah, perilaku menolong tidak lagi sekadar disuruh, tapi menjadi bagian dari kepribadian sosial anak," ucapnya.

Ilustrasi anak peduli sesama. Foto: Lunnica/Shutterstock
Ilustrasi anak peduli sesama. Foto: Lunnica/Shutterstock

Momen sederhana yang dibagikan di media sosial ini pun menjadi pengingat bahwa empati tidak tumbuh secara instan, tapi melalui contoh, kebiasaan, dan lingkungan yang penuh kepedulian ya, Moms.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url