Liputan6.com, Banda Aceh: Menteri Pekerjaan Umum Joko Kirmanto mengemukakan bahwa kapasitas tenaga kerja Indonesia masih sangat terbatas sehingga perlu dilakukan pelatihan keterampilan. "Kita saat ini masih menghadapi kondisi terbatasnya kapasitas daya saing dan kualitas sumber daya manusia di bidang kontruksi," kata Joko di Universitas Syiah Kuala Banda Aceh, Selasa (26/7).
Menurut Joko, keterbatasan kapasitas jangan dijadikan alasan untuk patah semangat dan lemah. Tetapi kondisi itu harus menjadi tantangan untuk terus melatih dan mewujudkan cita-cita bangsa. "Hingga saat ini jumlah tenaga kerja di sektor konstruksi sebanyak 5,7 juta orang. 60 persen dari itu masih belum memiliki kapasitas keterampilan," jelas Joko.
Joko menambahkan, setiap ada kebutuhan di luar negeri tentang kontruksi, Indonesia selalu diundang untuk berpartisipasi. Namun karena masih minimnya SDM, jadi tidak mengirimkan tenaga kerja ke luar. "Misalnya, proyek konstruksi di Timur Tengah dan Afrika Selatan, Indonesia, Aljazair, Uni Emirat Arab, Qatar, selalu diminta untuk berpartisipasi. Karena keterbatasan kita hanya menghadiri saja," lanjutnya.
Agar tenaga kerja bisa meningkatkan kapasitas, kata Djoko, pihaknya akan melakukan reorientasi pembangunan kontruksi menuju efisiensi, efektivitas dan, produktivitas yang tinggi. "Kunci untuk mewujudkan SDM yang lebih kompetitif maka diperlukan penataan peraturan, transparan, dan pembinaan," saran Joko.
Karena itu, Menteri PU menambahkan SDM di bidang kontruksi faktor utama dalam menciptakan tranformasi kontruksi nasional periode 201-2030 yang telah disepakati bersama. "Kesepakatan itu menjadi komitmen bersama dalam menciptakan perubahan di bidang konstruksi nyaman dan berkualitas. Dukungan semua pihak, Insya Allah akan terwujud," papar Joko.(Ant/ULF)