Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Bor 120 Meter Dibangun di Pesisir Cirebon - ciayumajakuning

Halaman ini telah diakses: Views
Ciremai Today
Jendela Informasi Jawa Barat 
Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Bor 120 Meter Dibangun di Pesisir Cirebon
Nov 4th 2026, 12:55 by Tarjoni

CIREMAITODAY.COM, CIREBON – Warga pesisir Kabupaten Cirebon mendapat bantuan sarana air bersih dari PT Korea Midland Power (KOMIPO) bersama PT Cirebon Power Services (CPS). Melalui program tanggung jawab sosial perusahaan (CSR), kedua perusahaan membangun fasilitas pengeboran air bersih di tiga titik wilayah Kecamatan Mundu dan Astanajapura.

Penyerahan dan penyerahan bantuan berlangsung di Desa Waruduwur, Kecamatan Mundu, Rabu (4/11/2026). Program tersebut menyasar masyarakat pesisir yang selama ini menghadapi keterbatasan akses air tawar untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.

Pembangunan sumur bor dilakukan bersama Direktorat Polisi Perairan dan Udara (Ditpolairud) Polda Jawa Barat. Kedalaman pengeboran di tiga titik tersebut rata-rata mencapai 120 meter agar dapat memperoleh sumber air tawar.

Selain fasilitas sumur bor, bantuan CSR juga mencakup pengadaan pompa air sumur untuk empat desa. Perusahaan turut memberikan tempat sampah khusus botol plastik kepada tiga sekolah dasar untuk mendukung kebersihan lingkungan.

Pengeboran Harus Mencapai Kedalaman 120 Meter

Plt Kasubdit Fasharkan Ditpolairud Polda Jabar, Kompol Sakur, mengatakan bantuan tersebut berawal dari keluhan masyarakat pesisir, terutama kalangan nelayan yang kesulitan mendapatkan air tawar.

Menurutnya, kondisi geografis wilayah pesisir membuat pengeboran harus mencapai kedalaman lebih dari 100 meter. Jika terlalu dangkal, air yang keluar masih berasa payau atau asin.

“Keluhan masyarakat selama ini adalah sulitnya mendapatkan air tawar. Jika pengeboran kurang dari 100 meter, air yang keluar biasanya masih payau atau asin,” jelasnya.

Sakur menjelaskan, persoalan tersebut diketahui anggota Polmas saat melakukan kegiatan sambang pada 19 Juli 2026. Dalam kegiatan itu, polisi menerima aspirasi nelayan terkait keterbatasan akses air bersih.

Aspirasi warga kemudian diteruskan melalui koordinasi dengan pihak perusahaan. Hasilnya, KOMIPO dan CPS merealisasikan bantuan berupa mesin pengeboran serta perlengkapan pendukung.

“Dari aspirasi masyarakat, kami berkoordinasi dengan pihak perusahaan agar dapat membantu melalui program CSR berupa mesin pengeboran dan perlengkapan yang dibutuhkan warga,” ungkapnya.

Perusahaan Dorong Kesejahteraan Masyarakat Pesisir

President Director PT Cirebon Power Services, Moon Sang Woo, mengatakan program CSR tersebut merupakan bentuk komitmen KOMIPO dan CPS untuk memberikan manfaat bagi masyarakat di sekitar wilayah operasional pembangkit listrik.

“Merupakan suatu kehormatan bagi kami dapat hadir mewakili KOMIPO dan CPS. Kami berharap bantuan ini mampu meningkatkan kualitas hidup masyarakat serta menciptakan lingkungan belajar yang lebih baik bagi anak-anak,” ujarnya.

Moon menjelaskan, KOMIPO merupakan perusahaan asal Korea Selatan yang menjadi salah satu bagian dalam pengelolaan PLTU Cirebon Power Unit 1. Sementara itu, CPS bertanggung jawab dalam kegiatan operasional dan pemeliharaan pembangkit listrik tersebut.

Ia menegaskan, keberadaan perusahaan tidak hanya berkaitan dengan kegiatan operasional pembangkit, tetapi juga harus memberikan manfaat bagi masyarakat dan lingkungan sekitar.

“Tanggung jawab perusahaan bukan hanya menjalankan operasional pembangkit, melainkan juga turut memperhatikan kesejahteraan masyarakat dan pembangunan berkelanjutan,” katanya.

Moon juga mengapresiasi Ditpolairud Polda Jabar yang telah membantu menjembatani aspirasi masyarakat dengan pihak perusahaan sehingga kebutuhan warga dapat ditindaklanjuti melalui program CSR.

Kuwu Waruduwur Apresiasi Bantuan

Kuwu Desa Waruduwur, Yadi, menyampaikan terima kasih kepada KOMIPO, PT CEP, PT CPS, jajaran Polairud, pemerintah kecamatan, tokoh masyarakat, serta pihak lain yang telah membantu warga.

Menurut Yadi, perhatian KOMIPO terhadap masyarakat Desa Waruduwur telah berlangsung sejak 2019 dan mulai aktif direalisasikan pada Januari 2020. Kepedulian tersebut terus berjalan, termasuk saat pandemi Covid-19.

“Kami mengucapkan terima kasih atas kepedulian dan perhatian yang selama ini diberikan kepada masyarakat Waruduwur. Semoga kerja sama ini tidak berhenti sampai di sini, tetapi terus berlanjut pada tahun-tahun mendatang,” tuturnya.

Yadi berharap kolaborasi perusahaan, kepolisian, pemerintah, dan masyarakat terus berlanjut. Dengan begitu, kebutuhan dasar warga pesisir, terutama ketersediaan air bersih, dapat terpenuhi secara berkelanjutan.

“Terima kasih kepada KOMIPO, Polairud, CEP, CPS, serta seluruh pihak yang telah membantu masyarakat kami. Mudah-mudahan kepedulian dan kerja sama ini terus berlanjut,” pungkasnya.

The post Atasi Krisis Air Bersih, Sumur Bor 120 Meter Dibangun di Pesisir Cirebon appeared first on Ciremai Today.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url