Angin Kencang Terjang Kuningan, Rumah dan Sekolah Alami Kerusakan - ciayumajakuning

Halaman ini telah diakses: Views
Ciremai Today
Jendela Informasi Jawa Barat 
Angin Kencang Terjang Kuningan, Rumah dan Sekolah Alami Kerusakan
Nov 4th 2026, 08:29 by Admin

CIREMAITODAY.COM, KUNINGAN – Cuaca ekstrem berupa hujan dengan intensitas sedang hingga lebat disertai angin kencang mengakibatkan kerusakan cukup parah di lingkungan SMPN 1 Luragung, Kabupaten Kuningan. Atap dan plafon sejumlah bangunan sekolah rusak, bahkan sebagian ambruk hingga menyebabkan air hujan menggenangi ruang kelas.

Berdasarkan hasil asesmen Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kabupaten Kuningan, sedikitnya 13 ruang kelas dan satu ruang laboratorium terdampak bencana angin kencang tersebut. Kerusakan paling parah terjadi pada dua ruang kelas yakni kelas 8.1 dan kelas 7.1 di SMPN 1 Luragung.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan, kerusakan terjadi terutama pada bagian atap dan plafon bangunan sekolah. Selain mengalami kebocoran, sejumlah plafon dilaporkan ambruk sehingga air hujan masuk dan menggenangi ruangan.

“Pada dua ruang kelas, yakni kelas 8.1 dan 7.1, kerusakan bagian atap tergolong berat. Masing-masing memiliki ukuran bangunan sekitar 9 x 8 meter,” kata Indra Bayu Permana, Selasa (3/11).

Sementara itu, lanjutnya, ruang kelas 7.2 hingga 7.11 mengalami kerusakan pada bagian atap. Adapun ruang kelas 8.2 dan 8.3 masuk kategori kerusakan sedang. Kerusakan juga terjadi pada satu ruang laboratorium berukuran 8 x 9 meter, terutama pada bagian genteng.

“Dampak angin kencang turut menyasar fasilitas pendukung sekolah. Sebuah ranting pohon sepanjang kurang lebih 15 meter dilaporkan patah dan menimpa kantin sekolah berukuran 4 x 3 meter,” ucapnya.

Meski kerusakan bangunan cukup signifikan, BPBD memastikan tidak ada korban jiwa dalam peristiwa tersebut. Menindaklanjuti kejadian itu, pihak sekolah langsung berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, serta BPBD Kuningan.

BPBD juga telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen guna mengidentifikasi tingkat kerusakan dan kebutuhan penanganan lanjutan. Proses pembersihan material bangunan yang berserakan dilakukan pihak sekolah dengan melibatkan siswa, masyarakat sekitar, dan pemerintah desa.

Sejumlah ruang kelas yang terdampak mulai dibersihkan dari sisa-sisa material atap dan plafon yang ambruk. Namun, kebutuhan mendesak yang harus segera ditangani adalah perbaikan bangunan sekolah, terutama bagian atap dan plafon yang mengalami kerusakan.

“Langkah selanjutnya akan dikoordinasikan bersama pihak sekolah, Dinas Pendidikan, dan instansi terkait untuk menentukan penanganan serta pemulihan fasilitas pendidikan tersebut,” ungkapnya.

BPBD Kuningan juga mengimbau masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan, khususnya ketika hujan lebat disertai angin kencang yang berpotensi menimbulkan pohon tumbang maupun kerusakan bangunan.

Selain ruang sekolah, BPBD Kuningan mencatat adanya kerusakan akibat angin kencang. Sedikitnya 26 rumah warga terdampak di tiga desa yang tersebar di Kecamatan Luragung dan Cidahu. Dampak terparah terjadi di Desa Margasari dan Desa Sindangsuka, Kecamatan Luragung, serta Desa Legok, Kecamatan Cidahu. Kerusakan didominasi bagian atap rumah yang terbawa angin, mulai dari genteng hingga material spandek dan baja ringan.

Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan, di Desa Margasari, angin kencang menerjang wilayah Dusun 1 dan Dusun 2. Sebanyak 12 rumah warga mengalami kerusakan dengan tingkat kerusakan bervariasi.

“Di Dusun 1, satu rumah mengalami kerusakan berat akibat bagian atap berbahan spandek baja ringan bergeser parah. Sementara empat rumah lainnya mengalami kerusakan sedang pada bagian atap genteng,” jelasnya, Selasa (3/11).

Adapun di Dusun 2, lanjutnya, satu rumah mengalami kerusakan berat setelah seluruh bagian atap baja ringan terbawa angin dan menimpa rumah di sebelahnya. Material spandek dan baja ringan tersebut juga merusak bagian dapur rumah milik warga lainnya.

“Selain itu, sejumlah rumah mengalami kerusakan sedang pada bagian atap, termasuk satu bangunan yang digunakan sebagai tempat mengaji,” katanya.

Dia menyebut, dampak daerah lain seperti di Desa Sindangsuka, Kecamatan Luragung, tercatat tujuh rumah warga terdampak. Tiga rumah mengalami kerusakan berat pada bagian atap dan dapur, sedangkan empat rumah lainnya mengalami kerusakan ringan berupa genteng yang rusak akibat terjangan angin.

“Salah satu warga, Wasjim (69), bahkan terpaksa mengungsi ke rumah saudaranya yang lokasinya tidak jauh dari kediamannya karena atap rumahnya terbawa angin,” tukasnya.

Dampak serupa juga terjadi di Desa Legok, Kecamatan Cidahu. Angin kencang yang berlangsung menyebabkan atap rumah milik Tarni (70) berukuran 6 x 6 meter terbawa angin.

“Selain rumah warga, spandek bagian halaman Musala Irsadul Ibad di Dusun Manis turut mengalami kerusakan. Akibat kejadian tersebut, satu rumah warga mengalami kerusakan berat dan satu fasilitas umum berupa musala mengalami kerusakan ringan,” terangnya.

Untuk sementara, kata Indra, keluarga Tarni bersama anggota keluarganya harus meninggalkan rumah dan menempati Posyandu Dusun Manis. Meskipun dampak kerusakan tersebar di sejumlah wilayah, tidak ada korban jiwa dalam rangkaian kejadian tersebut.

Petugas BPBD telah menerjunkan tim untuk melakukan asesmen sekaligus berkoordinasi dengan pemerintah desa, kecamatan, TNI, Polri, PLN, Dinas Sosial, serta Disperkimtan guna mendukung penanganan darurat.

“Tim sudah kami kirimkan untuk melakukan asesmen di lokasi terdampak. Penanganan selanjutnya dikoordinasikan bersama pemerintah desa dan instansi terkait,” jelasnya.

Saat ini, kebutuhan mendesak warga terdampak meliputi material bangunan untuk perbaikan rumah serta bantuan logistik bagi keluarga yang sementara waktu harus mengungsi.

BPBD Kuningan juga mengingatkan, masyarakat agar meningkatkan kewaspadaan selama musim penghujan. Hujan lebat yang disertai angin kencang berpotensi menimbulkan kerusakan bangunan maupun bencana lainnya.(dri)

The post Angin Kencang Terjang Kuningan, Rumah dan Sekolah Alami Kerusakan appeared first on Ciremai Today.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url