Isak Tangis Pecah, Jenazah PMI Indramayu dari Taiwan Tiba di Kampung Halaman - ciayumajakuning

Halaman ini telah diakses: Views
Ciremai Today
Tagline: Jendela Informasi Jawa Barat 
Isak Tangis Pecah, Jenazah PMI Indramayu dari Taiwan Tiba di Kampung Halaman
Sep 27th 2026, 02:21 by Wahyu Topami

CIREMAITODAY.COM, INDRAMAYU — PMI Indramayu meninggal Taiwan akhirnya dipulangkan ke kampung halaman. Isak tangis keluarga pecah saat jenazah tiba di Desa Pegagan, Kecamatan Losarang, Kabupaten Indramayu, Minggu (27/9/2026) dini hari.

Jenazah tersebut tiba setelah sekitar tiga bulan meninggal dunia di Taiwan. Proses pemulangan dilakukan setelah Pemerintah Desa Pegagan berkoordinasi dengan Dinas Tenaga Kerja (Disnaker) Indramayu dan Badan Pelindungan Pekerja Migran Indonesia (BP2MI).

Perangkat Desa Pegagan, Sardi, membenarkan jenazah tersebut merupakan warga desanya yang diketahui bernama Pendi. Korban tinggal di Blok Cilogog Kulon, Desa Pegagan.

“Benar. Warga kami, warga Desa Pegagan, Blok Cilokok Kulon,” ujar Sardi.

Sardi menuturkan, PMI tersebut bekerja di sektor pertanian di Taiwan. Sebelum meninggal, korban disebut sempat terlibat perselisihan dengan seorang warga asal NTB.

Perselisihan itu berkaitan dengan masalah pemupukan. Cekcok tersebut kemudian berkembang hingga terjadi perkelahian.

Menurut Sardi, perkelahian itu sempat dilerai. Perselisihan tersebut juga dinyatakan selesai pada hari yang sama.

Namun, menurut informasi yang diterima pihak desa, kemudian kembali terjadi perkumpulan. Sardi mengaku tidak mengetahui secara pasti tujuan perkumpulan tersebut.

“Di situ ada perkumpulan. Tahu-tahu warga NTB itu kemungkinan masih ada rasa dendam. Akhirnya warga saya diserang. Terjadi pembantaian seperti itu,” katanya.

Sardi mengatakan peristiwa tersebut terjadi pada Juli 2026. Namun, ia tidak mengetahui secara pasti tanggal kejadian tersebut.

Setelah kejadian, Pemerintah Desa Pegagan berupaya membantu proses pemulangan korban. Pihak desa kemudian berkoordinasi dengan Disnaker Indramayu dan BP2MI.

“Upaya kami mengadukan kepada Disnaker Indramayu dan BP2MI. Jadi kita tempuh itu. Alhamdulillah, hari ini bisa pulang,” ujar Sardi.

Proses pemulangan jenazah membutuhkan waktu sekitar tiga bulan. Menurut Sardi, lamanya proses tersebut berkaitan dengan adanya proses hukum di Taiwan.

“Sebetulnya tidak ada kesulitan. Kemungkinan karena ini kasusnya berbeda dengan orang sakit. Ini ada kriminalnya, jadi kemungkinan di sana ada proses sidang dan lain-lain. Makanya kita harus menunggu sampai kurang lebih tiga bulan,” katanya.

Setelah proses tersebut, jenazah akhirnya dapat dipulangkan ke Desa Pegagan. Kepulangan itu menjadi momen duka bagi keluarga yang telah menunggu selama berbulan-bulan.

Kedatangan jenazah PMI Indramayu meninggal Taiwan tersebut disambut isak tangis keluarga. Jenazah selanjutnya kembali ke kampung halaman untuk dimakamkan.

Sardi juga menyampaikan harapan keluarga terkait proses hukum terhadap pihak yang diduga terlibat dalam kematian korban. Keluarga berharap proses hukum dapat berjalan dan pihak yang diduga terlibat mendapat hukuman berat.

“Harapan keluarga semoga pelakunya bisa dihukum seberat-beratnya. Karena ini kan balik lagi ke nyawa,” pungkasnya.

The post Isak Tangis Pecah, Jenazah PMI Indramayu dari Taiwan Tiba di Kampung Halaman appeared first on Ciremai Today.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url