Bahaya Membonceng Anak di Motor: Posisi Depan, Tengah, & Belakang Ada Risikonya - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bahaya Membonceng Anak di Motor: Posisi Depan, Tengah, & Belakang Ada Risikonya
Jul 16th 2026, 19:30 by kumparanMOM

Ilustrasi membonceng anak kecil di sepeda motor. Foto: thesummitexpress.com
Ilustrasi membonceng anak kecil di sepeda motor. Foto: thesummitexpress.com

Masih banyak orang tua yang membonceng anak di sepeda motor dengan berbagai posisi, mulai dari duduk di depan, berdiri di tengah, hingga duduk di belakang. Padahal, setiap posisi memiliki risiko yang perlu dipahami agar keselamatan anak tetap terjaga selama perjalanan.

Praktisi Keselamatan Berkendara, Jusri Pulubuhu, menjelaskan bahwa sepeda motor tidak memiliki stabilitas seperti mobil. Motor hanya mengandalkan keseimbangan, sehingga posisi penumpang sangat memengaruhi kendali pengendara.

Berikut risiko membonceng anak berdasarkan posisinya di sepeda motor:

1. Anak Duduk di Depan Bisa Menjadi Benturan Pertama

Ilustrasi membonceng anak kecil di sepeda motor. Foto: radiantphotograph.com
Ilustrasi membonceng anak kecil di sepeda motor. Foto: radiantphotograph.com

Menurut Jusri, masih banyak orang tua yang menempatkan anak di depan agar bisa melihat pemandangan selama perjalanan. Namun, posisi tersebut justru membuat anak menjadi orang pertama yang menerima benturan saat kecelakaan.

"Jadi kalau dia (anak) ditaruh di depan misalnya karena supaya dia bisa melihat view, maka si anak akan menjadi bumper daripada pengendara motor tersebut ketika terjadi kecelakaan maka si anak yang duluan membentur daripada si pengemudinya,” ucap Jusri saat dihubungi kumparanMOM, Rabu (15/7).

2. Berdiri di Tengah Mengganggu Keseimbangan Motor

Selain di depan, anak juga tidak dianjurkan berdiri di tengah di antara pengendara dan penumpang. Menurut Jusri, motor hanya mengandalkan keseimbangan, sehingga setiap gerakan penumpang dapat memengaruhi kendali kendaraan.

Ilustrasi Anak Dibonceng Naik Motor. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Anak Dibonceng Naik Motor. Foto: Shutterstock

"Kalau si anak ditaruh di tengah diberdirikan di antara kedua orang tuanya, maka si anak akan mempengaruhi keseimbangan si pengemudi dan si anak gampang sekali jatuh,” imbuhnya.

Ia menambahkan, saat anak berdiri di tengah, risiko terjatuh menjadi lebih besar, terutama ketika pengendara harus berbelok atau menghindari kendaraan lain.

3. Duduk di Belakang Harus Memenuhi Syarat

Jusri mengatakan, posisi yang relatif lebih aman adalah ketika anak duduk di belakang pengendara. Namun, ada syarat penting yang harus dipenuhi, yaitu kedua kaki anak sudah dapat menapak pada pijakan kaki motor.

"Kalau kedua kakinya menggantung maka faktor keseimbangan optimal daripada si pengemudi akan berkurang,” tutur Jusri.

Ilustrasi Anak Dibonceng Naik Motor. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Anak Dibonceng Naik Motor. Foto: Shutterstock

Ia mengingatkan, penggunaan helm saja tidak cukup jika postur tubuh anak belum memungkinkan untuk dibonceng.

"Kalau dia (anak) menggantung taruh di belakang benar nih pakai helm sama saja itu membahayakan dan mereka tahu kalau kita bawa motor, bawa seorang anak sama saja kita menjerumuskan si anak dalam sebuah periode waktu yang membahayakan selama perjalanan tersebut,” pungkas Jusri.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url