Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Mutviana (29) tampak tergopoh-gopoh di belakang rumah. Raut mukanya panik dan lelah.
"Kebakaran lagi, hari ini sudah empat kali," kata Mutvia ketika kumparan baru saja tiba di rumahnya di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, Jumat (29/5) siang.
Selama seminggu terakhir, kebakaran misterius muncul di rumah Mutvia. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu.
Waktu kebakaran acak. Kadang dini hari, kadang pula siang bolong seperti hari ini. Titiknya pun beragam, dari depan rumah, belakang rumah, hingga sudut-sudut ruangan.
"Ini saya tadi terpeleset (karena lari memadamkan api). Kita juga sedia lima tabung APAR dari damkar dan tetangga yang ditinggal di sini. Kita sudah pakai lima, masih ada dua yang penuh. Selagi masih bisa pakai air dan air sabun pakai lap basah itu dilakukan," ujarnya.
Rumah Mutvia ini berada di pinggir jalan raya. Samping rumah digunakan untuk usaha pemotongan ayam. Rumah dua lantai ini dihuni Mutvia bersama suami, anak yang masih berusia dua tahun, ayah, ibu, dan dua adiknya.
kumparan menilik setiap sudut rumah, warna hitam bekas kebakaran masih terlihat jelas di tembok-tembok rumah.
Sebuah sofa rusak berat akibat terbakar diletakkan di samping rumah. Lalu, dua tikar plastik yang tampak terbakar berada di depan rumah. Di depan rumah bagian selatan tampak pula garis polisi.
"Kalau yang lantai atas aman. Semoga aman," katanya.
Mutviana (29) penghuni rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, yang 51 kebakaran secara misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Penghuni rumah pun harus mengungsi di bangunan sebelah milik tetangga. Setiap malam mereka bersama warga dan relawan secara bergantian berjaga dan memadamkan api ketika muncul kebakaran.
"Pemotongan ayam masih buka (pagi sampai siang). Namanya ada musibah begini kita tetap perlu makan juga," katanya.
Awal Mula Kebakaran Misterius
Kebakaran misterius ini pertama terjadi pada Sabtu (23/5) dini hari sekitar pukul 00.05 WIB.
"Aku tuh nyetrika terus ngerti-ngerti aku kok ada feeling buat keluar ya, ternyata memang di belakang kamarku itu udah ada api yang lumayan gede waktu itu. Terus, setelah itu ada lagi jam 03.00. Aku masih ingat kalau yang awal-awal itu ya. Jam 03.00, lalu jam 12.00, sekitar jam 12.00-an kan makan siang, kita lagi makan siang. Lalu jam 03.00 sore, itu yang paling gede," katanya.
Kebakaran kembali terjadi pada malam harinya. Total dalam sehari ada 11 kali kebakaran waktu itu. Mayoritas benda yang terbakar adalah kain.
Pada Minggu (24/5), polisi datang. Saran dari kepolisian adalah septic tank dibongkar karena diduga pemicu kebakaran adalah gas metana.
Septic tank waktu itu dibongkar untuk dikuras. Pipa-pipa juga dicek. Saat itu tak ada pipa yang meleyot akibat panas api.
"Memang benar ada gas (metana) yang sudah menyebar waktu itu," katanya.
Selang 15 menit usai septic tank dibongkar dan dikuras bersih, kebakaran kembali muncul di titik yang sebelumnya pernah terbakar.
"Minggu malam sudah mulai mencar-mencar kebakarannya. Hari Senin udah beda-beda tempat lagi, tapi seluruh rumah ini dan di belakang," katanya.
"Sampai hari ini sudah ada 51 kebakaran," kata Mutvia.
Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Mutvia mengatakan tidak semua orang bisa mencium bau kebakaran. Kadang hanya beberapa orang saja yang mencium bau tanda kebakaran.
"Kayak plastik kebakar, kadang kayak alkohol, kayak terus kadang ada kayak apa istilahnya, kampas rem, kayak begitu-begitulah," ujarnya.
Lantaran bau tak selalu muncul, penghuni secara berkala berkeliling rumah setiap 10 menit sekali. Sehingga ketika ada kebakaran bisa segera dipadamkan sebelum membesar.
Yang Paling Menyeramkan
Kebakaran yang paling besar terjadi beberapa waktu lalu saat sebuah sofa terbakar.
"Menyeramkan sudah ini sudah keempat kalinya. Sofa, pintu, pintu, sama tikar. Kalau tikar itu gede banget sebenarnya," katanya.
"Benda terbesar sejauh ini sofa. (Lainnya) kain, tikar, terus gagang pintu. Kebanyakan pintu sih, tapi pintunya yang ada media untuk menyerap gasnya kalau setahu saya. Karena biasanya ada kain lah, apalah yang dicentelke (nyantol di gagang pintu)," katanya.
Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
UGM Akan Teliti
Mutvia mengatakan rencananya pihak dari Universitas Gadjah Mada (UGM) akan datang ke rumahnya untuk mencari sumber kebakaran yang muncul.
"Besok itu kurang tahu ya jam berapa, cuma ada penelitian dari lab kimia UGM bersinergi dengan geologi, sama beberapa instansi yang terkait tentang gas, yang terkait begitulah, itu mau penelitian di sini, itu besok gitu," katanya.
Dengan penelitian itu diharapkan bisa ditemukan titik terang.
"Bisa membantulah segera. Bisa menemukan gas ini apa sih gitu. Kan bisa kita harus ngapain, kita harus apa, itu kan pasti ada jalannya," ujarnya.
Enggan Dikaitkan dengan Hal Mistis
Mutvia dan keluarga enggan musibah yang menimpanya dikaitkan dengan hal-hal mistis seperti santet. Mereka masih percaya peristiwa ini bisa dijelaskan secara ilmiah.
"Kalau menduga-duga (santet) aku enggak seiring. Ini tuh masih bisa diarahkan ke logis. Misalnya, gagang pintu ada handuknya, handuknya kan bisa menyimpan gas, bisa menimbulkan gas statis misalnya. Kalau dikait-kaitkan dengan hal mistis sepertinya masih susah di aku yang enggak paham tentang itu begitu," ujarnya.
Lanjutnya, dia juga tak memiliki masalah yang sampai harus menimbulkan teror.
"Nek masalah, semua orang punya masalah. Cuma kalau ke hal itu kayaknya enggak ada," katanya.
Mutvia mengatakan beberapa orang pintar telah datang ke sini untuk membantu. Dia pun mempersilakan selama tujuannya baik.
"Sifatnya begini, kalau kami sekeluarga itu kami percaya bahwa adanya gas metana secara fisik dan secara ilmiah. Ibaratnya saiki realistis wae lah gitu. Tapi kalau ada yang membantu secara spiritual dan lain sebagainya, ya kami terima. Tapi kami hanya sebatas untuk, ya menghargai. Kami percaya, cuma ya percayanya mereka membantu itu udah ada niat baik, terima kasih begitu," katanya.
Agus Yani (61) penghuni rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, yang 51 kebakaran secara misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Sempat Terdengar Suara
Ayah Mutvia, Agus Yani (61), mengatakan pada kebakaran pertama sebuah lap terbakar habis. Padahal, lap itu merupakan bekas digunakan untuk membersihkan sisa es teh yang ditaruh di lantai.
"Terus di jam itu, itu terdengar suara apa ya, seperti ketukan pintu 'tek-tek' gitu. Terus, kan anak saya tadi baru setrika. Lha, ditengok, 'Pak, api,' gitu. Saya sudah hampir tidur tuh. Saya kira biasa aja. Kemudian disusul kedua. Keduanya itu di dekat lokasi itu juga," kata Agus.
Agus mengatakan setelah kepolisian datang, selain septic tank telah dibersihkan, paralon-paralon juga telah ia ganti. Dicek juga sudah tidak ada kebocoran.
"Setelah diganti tetap ada kebocoran," katanya.
"Lucunya lagi, ini yang lucu. Jadi, sana septic tank habis dikuras. Ya toh? Lima belas menit kemudian itu terjadi letupan yang ada di sana. Septic tank-nya sini, berarti jarak sekitar 10 meter," katanya.
Agus merupakan pensiunan guru seni. Dia telah tinggal di rumah ini sejak 2010 silam.
"Saya membangun 2010, saya bangun saya tinggali. Aman-aman aja," katanya.
Dia mengatakan septic tank untuk rumah tangga dan ayam ini terpisah.
"Bahkan yang pemotongan itu saya gunakan untuk ternak lele."
Sebuah rumah di Margomulyo, Kapanewon Seyegan, Kabupaten Sleman, alami 51 kebakaran misterius selama seminggu terakhir. Api membakar sembarang benda yang terbuat dari kain, gabus, plastik, hingga kayu, Jumat (29/5/2026). Foto: Arfiansyah Panji Purnandaru/kumparan
Lukisan Tulisan Arab Aman dari Kebakaran
Di dinding rumah terdapat lukisan tulisan Arab "Hidup Mati Kami Tetap Bersholawat. Shollu'allah Nabi Muhammad". Ketika sofa di bawahnya terbakar, tulisan itu tak terbakar.
Justru lukisan lain bergambar bunga mawar yang berada di sisi sebelahnya terbakar.
"Kudune (seharusnya) nak normal ini kan kena. Tapi ini nggak kena. Ini karya anak. Sudah lama. Sekitar 2015-an," katanya.
Keterangan Polisi
Pada Minggu (24/5) lalu, polisi telah ke lokasi. Polisi menduga kebakaran dipicu oleh gas metana yang berasal dari septic tank di lokasi tersebut.
"Berdasarkan hasil pemeriksaan Tim Gegana Polda DIY, kebakaran dipicu adanya kebocoran gas metana dari septic tank yang saluran pembuangan gasnya tidak sesuai standar, sehingga gas masuk ke dalam rumah dan memicu kebakaran," kata Kasi Humas Polresta Sleman Iptu Argo Anggoro dalam keterangan tertulisnya, beberapa waktu lalu.