Purbaya Sebut Defisit APBN 2026 Berpotensi Turun ke 2,8 Persen PDB - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Purbaya Sebut Defisit APBN 2026 Berpotensi Turun ke 2,8 Persen PDB
Apr 16th 2026, 10:11 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Peninsula Hotel New York, pada Senin (13/4). Foto: Dok. Kementerian Keuangan
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa di Peninsula Hotel New York, pada Senin (13/4). Foto: Dok. Kementerian Keuangan

Menteri Keuangan (Menkeu) Purbaya Yudhi Sadewa menyebut defisit APBN yang sebelumnya berada di kisaran 2,9 persen diperkirakan akan turun menjadi sekitar 2,8 persen terhadap Produk Domestik Bruto (PDB).

Hal tersebut disampaikan Purbaya dalam pertemuan dengan lembaga pemeringkat global Standard & Poor’s (S&P) di Washington DC, Amerika Serikat, pada Selasa (14/4).

“(Defisit) 2,9 (persen) pada waktu kita lakukan awal, tapi di LKPP nanti kira-kira akan turun ke 2,8 persen. Saya sebutkan hal itu ke mereka, ada indikasi turun ke 2,8 persen. Jadi mereka amat positif dengan hasil seperti itu,” kata Purbaya usai pertemuannya dengan S&P di Washington DC, dikutip pada Kamis (16/4).

Purbaya menuturkan S&P juga mencermati perbaikan pertumbuhan ekonomi Indonesia, khususnya pada triwulan keempat yang dinilai lebih baik dibandingkan triwulan sebelumnya.

Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa bersiap mengikuti rapat kerja bersama Komisi XI DPR di Kompleks Parlemen, Senayan, Jakarta, Senin (6/4/2026). Foto: Rivan Awal Lingga/ANTARA FOTO

“Dan indikator awal sekarang sepertinya mereka juga melihat semua aktivitas ekonomi sudah membaik,” ujar Purbaya.

Menurutnya, hal tersebut menjadi salah satu alasan S&P memberikan peringkat kredit Indonesia tetap berada pada level investment grade, yakni BBB dengan outlook stabil. Meski begitu, lembaga tersebut memberikan catatan terkait rasio pembayaran bunga terhadap pendapatan yang berada di atas 15 persen, sehingga perlu terus dipantau.

“Saya bilang kita akan monitor terus dan memastikan keadaan ekonomi tetap baik dan fiskal kita akan jaga, tidak memburuk revisi pembayaran tambahan,” ungkap Purbaya.

Purbaya mengungkapkan rencananya pihak S&P akan ke Indonesia pada Juni 2026 untuk menilai kondisi fiskal perekonomian secara keseluruhan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url