Ilustrasi Ikan Sapu-sapu. Foto: IMAM KHUSNUL ARIFIN/Shutterstock
Ikan sapu-sapu akhir-akhir ini menjadi isu nasional yang kian mencuri perhatian. Hal ini turut membuat Pemprov DKI Jakarta bergerak serius untuk memusnahkan ikan invasif satu ini. Sebanyak 6,98 ton telah berhasil dimusnahkan dalam operasi serentak pada Jumat (17/4).
Perkembangbiakan ikan ini yang jumlahnya terus meningkat membawa kekhawatiran terhadap lingkungan perairan di Jakarta. Ikan sapu-sapu di Indonesia banyak hidup di air tercemar, mereka mampu menyerap timbal dan merkuri secara berlebih sehingga apabila termakan akan membahayakan kesehatan seseorang. Terlebih terdapat sejumlah oknum yang memanfaatkan ikan ini sebagai bahan makanan.
“Kalau limbah industri seperti merkuri atau timbal masuk ke sungai, ikan sapu-sapu tetap bisa hidup dan logam berat itu dapat terakumulasi di dalam dagingnya,” jelas Dosen Teknologi Hasil Perikanan Universitas Sriwijaya, Gama Dian Nugroho saat kumparanFOOD hubungi Sabtu (18/4).
Selain fakta membahayakan dari ikan sapu-sapu, ternyata masih ada temuan unik lainnya dari ikan bernama ilmiah Hypostomus plecostomus ini. Apa saja, ya? Yuk, simak rangkumannya di bawah ini!
1. Survivor ekstrem
Petugas gabungan menangkap ikan sapu-sapu di sungai yang berada di samping Plaza Indonesia, Jakarta, Jumat (17/4/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Seperti kita ketahui bahwa ikan sapu-sapu adalah hewan yang "tahan banting". Ikan ini mampu bertahan hidup di air tercemar sekalipun. Ia mampu menyerap zat berbahaya seperti timbal dan merkuri dalam air dan tetap bertahan hidup untuk waktu yang lama. Maka itulah, ikan ini disebut sebagai survivor ekstrem.
2. Endemik asli Amerika Selatan
Situasi terkini aliran sungai depan mal di kawasan Bundaran HI, Jakarta Pusat, Jumat (10/4) siang. Foto: Nauval Pratama/kumparan
Ikan ini bukan berasal dari Indonesia. Habitat alaminya adalah di Amerika Selatan. Di sana ikan sapu-sapu menjadi penghuni tetap sungai Amazon, kemudian mereka juga berkembang biak di perairan Argentina Utara, Paraguay, dan Uruguay.
3. Didatangkan ke Indonesia sebagai ikan hias
Ikan hias yang dijual di pasar ikan hias di kawasan Taman Lawang, Jalan Sumenep, Menteng, Jakarta Pusat, Selasa (31/3/2026). Foto: Jamal Ramadhan/kumparan
Awal mula ikan ini masuk ke Indonesia, "statusnya" adalah sebagai ikan hias. Namun, banyak orang membuangnya ke sungai yang ternyata menjadi rumah baru bagi mereka bisa berkembang biak. Padahal, "tugas" awal ikan ini memang sesuai namanya "sapu-sapu" atau "janitor fish", yakni menyapu lumut atau alga kotoran di dalam akuarium.
4. Jadi santapan khas bagi warga sungai Amazon dan Brasil
Berbeda dengan di Indonesia yang sering dianggap sebagai hama, ikan sapu-sapu justru menjadi sumber protein bagi warga Amazon dan Brasil. Namun perlu diketahui, di habitat alaminya di sana, ikan sapu-sapu hidup di perairan yang relatif bersih sehingga dianggap aman dikonsumsi.
Biasanya, ikan sapu-sapu menjadi olahan sup di Brasil yang disebut caldeirada de cascudo; atau juga warga Amazon biasa mengolahnya menjadi hidangan ikan panggang.