Bolehkah Bayi Makan Tiwul? Ini yang Perlu Diperhatikan! - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bolehkah Bayi Makan Tiwul? Ini yang Perlu Diperhatikan!
Apr 10th 2026, 12:00 by kumparanMOM

Nasi tiwul Foto: Shutterstock
Nasi tiwul Foto: Shutterstock

Tiwul merupakan makanan khas Jawa Tengah dan Jawa Timur yang berasal dari singkong atau jagung. Rasanya yang gurih dan manis, membuatnya banyak disukai dan juga dikonsumsi sebagai pengganti karbohidrat. Tapi, aman nggak sih untuk dikonsumsi bayi berusia 9 bulan?

Seperti yang dialami oleh seorang ibu pemilik akun Instagram @annisatj_12, yang harus menghadapi bayinya menangis karena ingin makan nasi tiwul.

Padahal, usianya baru 9 bulan, sehingga memunculkan pertanyaan dari ibunya sendiri, apakah boleh bayinya ikut makan tiwul?

Kata Dokter tentang Tiwul untuk Bayi

com-Ilustrasi karbohidrat Foto: Shutterstock
com-Ilustrasi karbohidrat Foto: Shutterstock

Menurut dokter spesialis anak, dr. Reza Fahlevi, SpA(K), sumber karbohidrat untuk bayi sebenarnya sangat beragam dan tidak terbatas pada nasi saja.

“Sumber karbohidrat itu banyak sebetulnya, bisa dari beras, jagung, singkong. Jadi kalau ditanya boleh nggak bayi makan singkong? Boleh aja,” ujar dr. Reza pada kumparanMOM, Jumat (10/4).

Namun, ia menekankan, ada beberapa hal penting yang perlu diperhatikan sebelum memberikan tiwul pada bayi. Salah satunya adalah kandungan sianida pada singkong.

“Kandungan sianida pada singkong ini tinggi. Jadi kalau dikonsumsi terlalu sering pada bayi dalam jumlah banyak tidak dianjurkan. Lebih bagus memilih sumber karbohidrat lain, misalnya nasi, gandum, dan lainnya,” lanjutnya.

Tiwul sendiri merupakan olahan dari singkong yang umumnya hadir dalam dua jenis, yaitu manis dan gurih. Sayangnya, kedua rasa ini masih menjadi perhatian tersendiri untuk bayi di bawah usia 1 tahun.

“Untuk anak di bawah usia 1 tahun, kalau bisa kita harus menghindari makanan yang terlalu manis atau terlalu asin karena nanti preferensi makan anak akan berubah,” jelas dr. Reza.

Jadi, bayi sebenarnya boleh saja mencoba tiwul, tetapi tidak dianjurkan sebagai sumber karbohidrat utama terlebih jika diberikan terlalu sering.

Meski begitu, Anda tetap disarankan untuk mengutamakan sumber karbohidrat lain yang lebih aman dan sesuai untuk pencernaan bayi, seperti beras, gandum, jagung, roti, atau sagu.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url