Dalam rangka memperingati International Women's Day yang jatuh setiap 8 Maret, Wakil Menteri Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak (Wamen PPPA) Veronica Tan, menyampaikan pesan mengenai stereotip gender yang menghantui perempuan Indonesia.
Perempuan berhak tumbuh, berkarya, dan menyampaikan suara tanpa rasa takut. Namun hingga hari ini, masih banyak perempuan yang masih menghadapi stereotip, standar ganda, hingga kekerasan, termasuk di ruang digital," tulisnya.
Padahal, setiap perempuan harusnya memiliki kesempatan yang setara dalam setiap aspek kehidupan. Veronica juga menyebutkan bahwa perempuan harus bekerja dua kali lebih keras untuk memperoleh kesempatan yang sama dengan laki-laki.
Hal ini juga pernah dibahas oleh UN Women, meskipun seringkali bekerja lebih keras atau memiliki tingkat pendidikan yang lebih tinggi, perempuan juga menghadapi kesenjangan upah ini karena terlalu banyak bekerja di pekerjaan bergaji rendah, informal, atau paruh waktu, yang diperparah oleh tanggung jawab pengasuhan yang berat dan tidak dibayar.
Dan secara global perempuan memperoleh penghasilan sekitar 20 persen hingga 23 persen lebih rendah daripada laki-laki untuk pekerjaan dengan nilai yang sama
Kesetaraan Gender Perlu Aksi, Bukan Sekadar Dibicarakan
Kesetaraan gender. Foto: Shutterstock
Veronica Tan menegaskan bahwa kesetaraan tidak cukup hanya dibicarakan, tetapi juga harus diwujudkan melalui perubahan sistem perlindungan dan pemberdayaan. Karena itu, Kementerian PPPA dan pemerintah terus berupaya memastikan layanan pengaduan dan pendampingan yang mudah diakses agar perempuan lebih berani bersuara dan percaya diri.
"Negara (pemerintah) terus memperkuat perlindungan serta mendorong terciptanya ruang belajar, bekerja, dan beraktivitas yang lebih aman dan setara bagi perempuan," ungkapnya.
Menurutnya, ketika perempuan dapat tumbuh tanpa rasa takut, Indonesia pun akan bergerak lebih maju. Ia juga mengingatkan bahwa perempuan tidak perlu mengecilkan diri untuk bisa diterima.