Ibadah yang Bisa Dilakukan Perempuan Haid di 10 Malam Terakhir Ramadan - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Ibadah yang Bisa Dilakukan Perempuan Haid di 10 Malam Terakhir Ramadan
Mar 15th 2026, 13:00 by kumparanWOMAN

Ilustrasi perempuan ibadah. Foto: Kikujiarm/Shutterstock
Ilustrasi perempuan ibadah. Foto: Kikujiarm/Shutterstock

Sepuluh malam terakhir Ramadan selalu menjadi momen yang paling dinantikan umat Muslim. Sebab, di salah satu malamnya terdapat Lailatul Qadar, malam istimewa yang nilainya bahkan lebih baik dari 1.000 bulan.

Pada momen itu pula, seseorang yang beribadah dan mengharapkan rida Allah akan diampuni dosa-dosanya yang telah lalu. Oleh karena itu, umat Muslim berupaya memaksimalkan ibadahnya untuk mendapatkan keutamaan malam tersebut.

Akan tetapi, perempuan yang mengalami haid di sepuluh malam terakhir merasa cemas. Sebab, mereka merasa tidak dapat melakukan ibadah dan mendapatkan keutamaan malam Lailatul Qadar.

Padahal, menurut Ustazah dan Dosen UIN Jakarta, Dr. Hj. Mauidlotun Nisa', Lc., S.Pd.I., M.Hum., seseorang yang sedang haid pada waktu ini tetap dapat melakukan berbagai ibadah selain salat.

Ibadah yang Dapat Dilakukan Perempuan Haid di 10 Malam Terakhir Ramadan

Ilustrasi perempuan ibadah. Foto: pobpra story/Shutterstock
Ilustrasi perempuan ibadah. Foto: pobpra story/Shutterstock

Ustazah Nisa menjelaskan kalau ibadah tidak sebatas salat dan puasa. Di luar itu, masih ada amalan lain yang bersifat ibadah dan memiliki pahala yang besar.

"Sering kali para perempuan merasa pesimis dan minder karena tidak dapat melaksanakan salat di 10 malam terakhir Ramadan. Hal ini terjadi karena mereka memaknai ibadah hanya sebatas salat dan puasa. Padahal, masih ada ibadah lain yang memiliki nilai besar di sisi Allah SWT," ujarnya.

Berikut amalan yang dapat dilakukan perempuan yang sedang haid di sepuluh malam terakhir Ramadan.

1. Menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka

Meski tidak berpuasa, perempuan yang sedang haid tetap bisa mendapatkan pahala dengan menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka. Ustazah Nisa menyebutkan bahwa amalan ini dapat dimaksimalkan dengan niat mengharapkan rida Allah SWT. Hal ini juga tercantum dalam hadis riwayat Tirmidzi 807:

Barangsiapa yang memberi buka orang puasa, maka baginya pahala semisalnya tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa sedikitpun."

2. Berzikir, berselawat, dan bersedekah jadi ibadah kunci

Selain menyiapkan makanan untuk sahur dan berbuka, perempuan yang sedang haid juga dapat memperbanyak selawat, zikir, dan sedekah. Cara ini menjadi salah satu upaya agar diri tetap terhubung dengan Allah meski belum dapat melaksanakan salat karena haid.

"Para perempuan juga bisa berzikir, berselawat, dan bersedekah agar secara spiritual selalu tertaut dengan Allah SWT dan Nabi Muhammad," ujar Ustazah Nisa.

Jadi, kamu tidak perlu khawatir lagi jika mengalami haid di sepuluh malam terakhir Ramadan, Ladies. Lakukan saran dari Ustazah Nisa di atas agar tetap dapat meraih keutamaan di waktu istimewa ini.

Baca juga: Haid Keluar Jelang Berbuka Puasa, Bagaimana Hukumnya Menurut Islam?

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url