Jamasan pada malam 1 Suro (Sumber: dokumen pribadi)
Bicara tentang kebudayaan, ada baiknya untuk memahami terlebih dahulu unsur-unsur kebudayaan tersebut. Seorang ahli ilmu antropologi Indonesia membaginya kedalam tujuh unsur kebudayaan yang bersifat universal.
1. Bahasa
Sistem lambang berbentuk lisan maupun tulisan yang digunakan untuk alat komunikasi antarmanusia.
Contoh: Bahasa Indonesia, bahasa daerah seperti Sunda, Jawa, atau Atau Batak.
2. Sistem Pengetahuan
Pengetahuan, ilmu pengetahuan, yang berpadu dengan kearifan lokal masyarakat tentang alam, manusia, dan dunia.
Contoh: Pengetahuan tentang tanaman obat tradisional, astronomi alam, atau sistem penanggalan secara suku bangsa
3. Sistem Kemasyarakatan Atau tatanan sosial
Struktur hubungan sosial, keluarga, kerabat, lembaga sosial, dan stratifikasi (kelas) masyarakat.
Contoh: Sistem kekerabatan patrilineal/matrilineal, gotong royong, atau struktur desa adat setempat.
4. Sistem Teknologi
Alat-alat, teknik, dan teknologi sederhana yang berguna untuk memenuhi kebutuhan sehari-hari.
Contoh: Alat tani tradisional, rumah adat (rumah joglo, rumah gadang).
5. Sistem Ekonomi
Cara masyarakat mencari dan memenuhi kebutuhan hidup serta mengelola sumber daya ekonomi.
Contoh: Bertani, nelayan, berdagang, peternakan.
6. Sistem Religi Atau Kepercayaan
Sistem kepercayaan, ritual, upacara adat, dan hubungan manusia dengan hal supranatural.
Contoh: Jamasan (Jawa), upacara Ngaben (Hindu Bali), atau kepercayaan animisme di masyarakat adat.
7. Kesenian
Ekspresi estetika melalui seni, mencakup seni rupa, tari, musik, sastra lisan, dan lain sebaginya.
Contoh: Tari jejer, wayang kulit, gamelan, batik, atau lagu daerah.
Tulisan ini akan membahas tentang sistem religi atau kepercayaan yang menjadi salah satu unsur bagian dalam sistem kepercayaan. Tentunya bagi penulis, ini cukup menarik atensi lebih. Karena acap kali menimbulkan salah paham dan salah cara pandang di kebanyakan masyarakat.
Agama seperti yang kita kenal dan secara sah diakui di Indonesia, setidaknya terdapat 6 yaitu: Islam, Kristen Katolik, Kristen Protestan, Buddha, Hindu, Konghucu. keenam agama ini memiliki aturan, dogma dan kitab suci masing-masing yang diyakini.
Lalu, apa bedanya dengan sistem religi atau kepercayaan dalam unsur kebudayaan? Tentu jika dilihat dari sudut pandang yang lain keduanya adalah hal yang berbeda dan konteks yang harus dipisahkan.
Agama adalah ajaran muncul dari tuhan yang dipercayanya. Sedangkan budaya muncul dari akal budi atau keluhuran berpikir manusia. Hal ini sering kali menimbulkan pertentangan ketika nilainya saling "ditabrakan".
Dalam agama dikenal kebaikan dan keburukan, atau bahasa mudahnya dalam agama ada istilah dosa dan pahala yang diatur secara jelas dalam kitab suci sebagai pedoman penganutnya, dengan kebenaran tuhan yang absolut.
Budaya, meskipun dalam sistem religi atau kepercayaan itu di ranah abu-abu. Tidak ada dosa dan pahala. semua bergantung pada nilai-nilai yang dipegang oleh etnis tertentu.
Tradisi yang sering disalahpahami ketika berkaitan dengan kepercayaan mistika atau supranatural. Misal dalam tradisi Jawa, dikenal melakukan Jamasan Pusaka yang umumnya dilakukan pada malam 1 suro (bertepatan dengan 1 Muharam dalam kalender Hijriyah).
Tradisi yang dianggap oleh masyarakat awam memandikan benda pusaka sakti yang "bertuan", sering kali dikaitkan dengan cerita-cerita menyeramkan, tanpa berfokus pada esensi budaya atau kebiasaan tersebut.
Padahal jika dilihat dari sudut pandang rasional dan budaya. Tradisi ini ada karena sebagai salah satu upaya dalam menjaga benda warisan peninggalan leluhurnya. yang kita tahu merawat benda tua tidaklah mudah dan perlu usaha lebih dalam merawatnya.
Tradisi ini memang berkaitan dengan tahun baru Islam, tetapi itu hanya momentum dalam pelaksanaannya. Jamasan dilakukan untuk mengangkat karat yang muncul pada Keris, Tombak dan lain sebagainya. Agar benda pusaka tersebut terlihat seperti baru dan terawat.
Memang dalam tata caranya menggunakan kelapa dan airnya, Dupa, Minyak dan sesajen. Terlihat seperti sebuah praktik mistis. Tapi itu semua hanya cara dan masing-masing dari itu, memiliki fungsi dalam melakukan pembersihan benda pusaka agar lebih bersih dan terlihat terawat.
Air kelapa berfungsi untuk mengangkat karat yang menempel, minyak diolesi, kemudian dibersihkan. dupa dan lain sebagainya biasanya digunakan untuk wewangian.
Masyarakat awam kerap mengasosiasikan dengan hal mistis tanpa berfokus pada esensi, "Kenapa tradisi itu ada? untuk apa tradisi itu ada?" Karena opini sudah lama digiring kepada hal gaib, membuat masyarakat enggan memahami maksud dan tujuannya.
Budaya dalam hal ini sistem kepercayaan dan agama, memang dua hal yang berbeda. Keduanya tidak bisa disalahkan. Agama memiliki dasar kitab suci, sedang budaya adalah warisan cara berpikir, akal budi yang harus dihargai.
Dalam kegiatan kebudayaan tentu semua memiliki dasar pikir dan nilai serta makna filosofis yang terkandung di dalamnya. Semua itu tergantung dari sudut pandang dan cara melihatnya.
Bukan tentang salah atau benar, ini tentang bagaimana cara menghargai leluhur terdahulu dan menjaga warisan yang sudah terlebih dahulu ada. Anggap saja ini adalah tindakan pencegahan atau preventif, agar benda budaya tidak rusak, hilang, sehingga dapat lestari dan selaras dengan zaman.