Para cast, sutradara, hingga produser film Bercinta dengan Maut, dengan Maut yang digelar di Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Series Bercinta Dengan Maut menjadi kolaborasi MAXStream, iQIYI, dan Hitmaker Studios dalam menghadirkan tayangan lokal bernuansa emosional penuh misteri. Serial ini juga menjadi proyek perdana kerja sama ketiga pihak sekaligus series lokal pertama iQIYI di Indonesia.
General Manager Digital Content Creation and Community MAXStream TV Telkomsel, Anto Sihombing, mengatakan serial ini menghadirkan cerita misteri dengan alur berlapis yang dirancang untuk membuat penonton terus penasaran.
“Ini adalah judul series pertama kami yang diproduksi bersama iQIYI dan Hitmaker Studios. Kami membawa cerita misteri dengan storytelling yang berlapis-lapis dan akan membuat penonton terpukau,” ujar Anto saat ditemui kumparan di gala premiere di Jakarta.
Para pemain film Bercinta dengan Maut, Teuku Rassya, Maxime Bouttier, Haico Van der Veken, dan Dinda Kirana dalam acara gala premiere Bercinta dengan Maut yang digelar di Jakarta pada Kamis (21/5/2026). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Senior Managing Director Southeast Asia iQIYI, Dinesh Ratnam, menyebut Bercinta Dengan Maut bukan sekadar drama biasa karena memadukan misteri, cinta, balas dendam, hingga rahasia keluarga yang dekat dengan kehidupan penonton Indonesia.
“Cerita ini berani. Bukan drama biasa. Ada misteri, cinta, balas dendam, dan rahasia keluarga. Konfliknya juga sangat dekat dengan penonton Indonesia,” kata Dinesh.
Ia menambahkan, iQIYI ingin terus menghadirkan lebih banyak serial lokal Indonesia lewat kolaborasi dengan partner lokal.
Sutradara Dom Dharmo mengungkap tantangan terbesar serial ini terletak pada pembangunan atmosfer misteri dan emosi lewat bahasa visual. Ia menjelaskan pergerakan kamera menjadi benang merah dari episode pertama hingga terakhir.
“Misalnya keluarga Ardana banyak menggunakan low angle untuk menunjukkan kekuasaan mereka. Sementara karakter Raya, dari awal terlihat kecil lalu perlahan semakin kuat menuju episode akhir,” jelas Dom.
Haico Van der Veken yang memerankan Raya dan Ana mengaku tertarik karena kedua karakter memiliki kepribadian yang bertolak belakang.
“Raya itu tegas, berani, extrovert. Sedangkan Ana pendiam, lembut, dan reserved,” ujar Haico.
Para pemain film Bercinta dengan Maut, Teuku Rassya, Maxime Bouttier, Haico Van der Veken, dan Dinda Kirana dalam acara gala premiere Bercinta dengan Maut yang digelar di Jakarta pada Kamis (21/5). Foto: Gitario Vista Inasis/kumparan
Ia juga menyebut tantangan terbesarnya adalah saat Raya harus menyamar menjadi Ana demi mengungkap dalang di balik kematian saudara kembarnya.
“Jadi aku harus memainkan tiga lapisan karakter. Haico sebagai Ana, Raya, lalu Raya yang berpura-pura jadi Ana,” katanya.
Sementara itu, Maxime Bouttier menilai karakter Aldo tampak sederhana di permukaan, tetapi menyimpan sisi toxic dan tekanan keluarga yang perlahan terungkap seiring berjalannya cerita.
“Aldo berkembang karena kehadiran Raya di hidupnya. Itu yang menarik dimainkan,” ujar Maxime.
Dinda Kirana mengaku karakter Bella menjadi salah satu peran paling menantang sepanjang kariernya karena menuntut pendalaman psikologis yang intens.
“Aku harus banyak research tentang chaos dan psikologi Bella. Setiap scene adalah challenge buat aku,” kata Dinda.
Di sisi lain, Teuku Rassya menggambarkan Ezra sebagai sosok observatif yang menyimpan luka masa lalu dan dendam terhadap beberapa orang.
“Ezra ini cool, observant, tapi punya dendam terhadap beberapa orang,” ungkapnya.