Tips Mengatasi Terrible Two Si Kecil ala teman kumparanMOM - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tips Mengatasi Terrible Two Si Kecil ala teman kumparanMOM
Feb 2nd 2026, 18:49 by teman kumparan

Orang tua perlu memahami jenis-jenis tantrum pada anak Foto: Shutterstock
Orang tua perlu memahami jenis-jenis tantrum pada anak Foto: Shutterstock

Saat memasuki usia toddler atau dua tahun, anak biasanya mulai menunjukkan perubahan perilaku yang siginifikan. Di fase ini, si kecil kerap menjadi lebih ekspresif, mulai dari gemar melempar barang, menggigit, sampai melakukan hal-hal yang bikin orang tua kewalahan.

Namun, moms gak perlu khawatir, karena kondisi ini sebenarnya masih wajar, lho. Fase yang dikenal sebagai terrible two ini memang ditandai dengan emosi anak yang naik turun dan belum sepenuhnya stabil.

Dikutip dari laman BBC, tantrum di usia ini erat kaitannya dengan perkembangan emosi dan kemampuan bahasa anak. Mereka sedang belajar mandiri, tapi belum bisa mengungkapkan perasaan lewat kata-kata. Jadi, emosinya keluar dalam bentuk tangisan atau amukan.

Nah, di sinilah peran orang tua sangat dibutuhkan untuk tetap tenang dan responsif. Kalau kamu masih bingung harus bersikap seperti apa, sejumlah teman kumparanMOM berbagi pengalaman serta tips sederhana buat menghadapi fase ini. Yuk simak cerita mereka di bawah ini!

Tips Mengatasi Terrible Two ala teman kumparanMOM

Ilustrasi Anak Terrible Two. Foto: leungchopan/Shutterstock
Ilustrasi Anak Terrible Two. Foto: leungchopan/Shutterstock

Bagi banyak ibu, menghadapi emosi anak yang tiba-tiba meledak di fase terrible two memang jadi tantangan tersendiri. Di fase ini, hal sepele pun bisa berubah jadi drama besar, apalagi saat anak merasa keinginannya dibatasi atau dilarang.

Salah satu teman kumparanMOM, Dina Prameswari (32), mengaku fase ini cukup menguras energi. "Sebagai orang tua, ini (fase terrible two) cukup bikin capek mental karena kita harus ekstra sabar setiap hari," tutur Dina.

Menurut Dina, hal paling penting saat anak sedang tantrum adalah menenangkan diri sendiri dulu. Soalnya, kalau orang tua ikut emosi, situasinya justru bisa makin chaos. "Aku usahain buat sejajar sama anak, ajak ngobrol pelan, dan kasih pelukan kalau dia mau. Setelah anak lebih tenang, baru aku jelasin pelan-pelan tanpa nada marah," sarannya.

Ilustrasi Anak Terrible Two. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Anak Terrible Two. Foto: Shutterstock

Pendapat serupa juga disampaikan Mom Rani Oktaviani (35). Buat Rani, tantangan terbesar menghadapi terrible two adalah menjaga konsistensi. Di tengah rasa capek fisik dan mental, orang tua dituntut tetap tenang di berbagai situasi.

Biasanya, Rani memilih memberi waktu dan ruang dulu buat anak meluapkan emosinya. Setelah anak mulai tenang, ia nggak langsung memarahi, tapi mengajak anak ngobrol baik-baik. "Menurut aku, anak perlu merasa aman dulu sebelum dikasih arahan," ujarnya.

Selain itu, teman kumparanMOM asal Bogor ini juga mengingatkan agar orang tua nggak menaruh ekspektasi terlalu tinggi. Soalnya, anak usia dua tahun belum bisa berpikir logis seperti orang dewasa. Jadi, yang paling penting adalah konsisten dan selalu dampingi dengan penuh kasih sayang.

Ilustrasi Anak Terrible Two. Foto: Darren Brode/Shutterstock
Ilustrasi Anak Terrible Two. Foto: Darren Brode/Shutterstock

Tips lainnya datang dari Mom Siti Nurhaliza (29). Saat anak mulai tantrum, ia mengaku sering mengalihkan perhatian dengan hal-hal yang disukainya. Mulai dari ngajak main, nyanyi bareng, atau melakukan aktivitas sederhana yang bikin mood anak membaik.

Menghadapi fase terrible two memang bisa bikin orang tua capek dan pengin marah. Tapi, justru di fase inilah anak paling butuh sosok orang tua yang tenang dan stabil untuk membantu mereka belajar mengelola emosi.

Mom Siti juga mengingatkan bahwa fase terrible two cuma berlangsung sementara, ya. "Nggak selamanya anak bakal tantrum terus. Jadi jangan terlalu keras sama anak, dan juga jangan terlalu keras sama diri sendiri sebagai orang tua," jelasnya.

Nikmati serunya sharing hal-hal seru dengan ribuan teman baru di komunitas teman kumparan. Klik kum.pr/temankumparan

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url