Riset: Penjualan Produk Kecantikan Meningkat Jelang Ramadan. Foto: comzeal images/Shutterstock
Menjelang Ramadan, perubahan rutinitas mulai memengaruhi banyak aspek kehidupan masyarakat, termasuk cara merawat kesehatan dan penampilan. Data riset dari platform layanan kesehatan digital Halodoc menunjukkan adanya tren peningkatan pembelian berbagai produk kesehatan dan kosmetik pada periode pra-Ramadan.
Berdasarkan data yang diambil dari temuan sepanjang 2025 itu, produk kesehatan dan kecantikan kulit ternyata mengalami kenaikan hingga 15 persen jelang Ramadan. Ini menandakan adanya peningkatan perhatian masyarakat pada perawatan diri jelang perubahan pola hidup selama puasa.
Produk untuk mengatasi jerawat jadi salah satu yang paling banyak dicari
Produk untuk mengatasi jerawat jadi salah satu yang paling banyak dicari. Foto: luchschenF/Shutterstock
Peningkatan paling signifikan terlihat pada kategori perawatan kulit yang kerap diasosiasikan dengan kosmetik dan penampilan. Halodoc mencatat, penjualan produk perawatan kulit meningkat 18 persen pada minggu terakhir sebelum Ramadan, lalu kembali naik 19 persen pada minggu pertama puasa. Produk dengan kandungan aktif seperti benzoyl peroxide dan clindamycin topical, yang umum digunakan untuk mengatasi jerawat, menjadi salah satu yang paling banyak dicari. Selain itu, mikonazol untuk menangani infeksi jamur kulit juga menunjukkan peningkatan permintaan.
"Kalau sudah bicara kecantikan, biasanya berkaitan dengan momen Lebaran. Orang ingin terlihat lebih glowing karena akan banyak bertemu alumni, teman lama, dan keluarga," ujar Fibriyani Elastria, Chief Marketing Officer Halodoc. Ia juga menambahkan bahwa banyak orang mulai melakukan perawatan lebih awal sebagai bentuk antisipasi terhadap perubahan kondisi tubuh dan kulit selama berpuasa.
Sebab selama Ramadan, jam tidur, pola makan, serta asupan cairan akan berubah. Ini semua ternyata bisa memengaruhi kesehatan kulit. Oleh karena itu, produk perawatan kulit dan kosmetik tidak hanya dipandang sebagai pelengkap, melainkan bagian dari upaya menjaga keseimbangan tubuh dan penampilan. Hal ini juga menunjukkan bahwa masyarakat semakin sadar akan pentingnya menyesuaikan rutinitas perawatan diri dengan kebutuhan spesifik selama bulan puasa.
Lebih jauh, data Halodoc juga menggambarkan pergeseran cara pandang terhadap perawatan diri di Indonesia. Kosmetik dan skincare kini tidak hanya dikaitkan dengan estetika, tetapi juga dengan rasa nyaman dan percaya diri saat menjalani ibadah serta aktivitas sosial yang meningkat menjelang Lebaran.