Menteri Keuangan RI Purbaya Yudhi Sadewa memberikan keterangan kepada media dalam konferensi pers APBN KiTa Edisi November 2025 di Jakarta, Kamis (20/11/2025). Foto: Muhammad Iqbal/ANTARA FOTO
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa menuturkan restitusipajak untuk tahun ini akan mencapai sekitar Rp 270 triliun. Proyeksi tersebut didasarkan pada optimisme pertumbuhan penerimaan pajak yang terjaga sejak awal tahun ini.
Purbaya menjelaskan pada 2025 restitusi pajak atau pengembalian kelebihan pembayaran pajak yang dibayar pemerintah mencapai Rp 361,2 triliun. Angka tersebut lebih tinggi hampir Rp 100 triliun dibandingkan dengan restitusi 2024.
"Itu karena daerah restitusi 2023 dan 2024, dua tahun berturut-turut yang dipindahkan ke tahun 2025. Dengan perhitungan yang sama, kalau enggak ada angka itu (restitusi daerah), saya pikir dengan growth rate yang sama (dengan tahun 2025), mungkin tahun ini restitusi kita paling Rp 270 triliun," kata Purbaya dalam Raker dengan Komisi XI DPR RI, di Kompleks Parlemen Senayan, Jakarta, Rabu (4/2).
Ilustrasi membayar pajak. Foto: Shutter Stock
Dia melihat dengan angka restitusi Rp 270 triliun, maka akan memberikan dampak positif pada pendapatan pajak neto atau pendapatan setelah dikurangi restitusi.
Purbaya membeberkan optimisme penerimaan pajak sepanjang 2026 dengan tumbuhnya penerimaan pajak pada Januari 2026 sebesar 30,8 persen menjadi Rp 172,7 triliun.
Menurut dia, jika pemerintah bisa menjaga pertumbuhan tersebut, Purbaya memproyeksi penerimaan pajak sepanjang 2026 bisa mencapai Rp 2.492 triliun lebih tinggi dari target Rp Rp 2.357,7 triliun.
"Tapi ini kan pemisahan yang terlalu berlebihan. Tapi paling enggak kita kelihatan lah seperti itu. Ada kemungkinannya, karena tahun lalu negatif tumbuhnya," tutupnya.