Kenali Perbedaan Nightmare dan Night Terror pada Anak - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kenali Perbedaan Nightmare dan Night Terror pada Anak
Feb 24th 2026, 14:00 by kumparanMOM

Ilustrasi Night Terror. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi Night Terror. Foto: Shutter Stock

Moms, penahkah si kecil tiba-tiba menangis saat tidur? Ada yang terbangun sambil berteriak histeris dan sulit ditenangkan, ada juga yang bangun dengan wajah ketakutan lalu langsung memeluk orang tuanya.

Situasi seperti ini sering membuat orang tua cemas dan bertanya-tanya, apakah ini sekadar mimpi buruk biasa atau ada kondisi lain?

Meski sama-sama terjadi saat tidur, nightmare (mimpi buruk) dan night terror adalah dua hal yang berbeda. Untuk itu, memahami perbedaannya dapat membantu orang tua merespons dengan lebih tenang dan memberikan pendampingan yang sesuai dengan kebutuhan anak. Yuk cari tahu penjelasannya di sini, Moms.

Perbedaan Nightmare dan Night Terror

Ilustrasi Night Terror. Foto: Shutter Stock
Ilustrasi Night Terror. Foto: Shutter Stock

Menurut dokter spesialis anak, dr. Nitish Basant Adnani, Sp.A, ada perbedaan mencolok antara night terror dan nightmare meski keduanya terjadi pada malam hari.

Night terror

  • Biasanya terjadi pada fase tidur NREM dalam (slow wave sleep).

  • Umumnya pada 1–3 jam pertama setelah anak tertidur.

  • Anak bisa tiba-tiba duduk atau berdiri, berteriak, napas cepat, dan tampak panik. Namun secara neurologis, ia masih berada dalam fase tidur dalam.

  • Anak sering kali tidak mengenali orang tua dan sulit ditenangkan.

  • Kondisi ini biasanya cuma terjadi 5-15 menit, setelahnya anak akan tertidur nyenyak lagi.

Nightmare

  • Terjadi pada fase REM sleep, yang lebih sering muncul menjelang pagi.

  • Anak benar-benar terbangun dalam keadaan sadar.

  • Ia responsif, mengenali orang tuanya, dan biasanya bisa ditenangkan dengan pelukan atau kata-kata yang menenangkan.

  • Keesokan harinya ia masih bisa mengingat mimpi yang dialami.

"Dari segi ingatan, anak yang mengalami night terror umumnya tidak mengingat kejadian tersebut keesokan harinya. Sementara itu, anak yang mengalami nightmare sering kali dapat menceritakan kembali isi mimpinya secara detail," jelas dr. Nitis pada kumparanMOM, Minggu (22/2).

Nightmare Bisa Lebih Bahaya Ketimbang Night Terror

Ilustrasi Anak Mengalami Mimpi Buruk.  Foto: Shutterstock
Ilustrasi Anak Mengalami Mimpi Buruk. Foto: Shutterstock

Night terror paling sering terjadi pada usia 3–8 tahun yang dipicu oleh kurang tidur atau jadwal yang tidak teratur. Sedangkan nightmare bisa terjadi di segala usia.

"Meski night terror dapat membuat orangtua cemas karena tampak dramatis, tetapi seringkali bersifat jinak. Sebaliknya, nightmare dapat lebih berkaitan dengan faktor emosional dan psikologis, sehingga bisa menjadi entry point untuk mengeksplorasi adanya stres atau kecemasan pada anak," ujar dr. Nitish.

Tapi jika keduanya sering terjadi dengan pola berulang, segera konsultasikan dengan dokter ya, Moms, agar bisa dievaluasi lebih lanjut oleh ahlinya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url