Ilustrasi anak periksa mata. Foto: Streamlight Studios/Shutterstock
Moms, banyak orang tua merasa sudah cukup disiplin membatasi screen time anak seperti jarang diberikan gadget dan waktu menonton layar dibatasi. Namun, saat mata anak diperiksa dan dinyatakan mengalami mata minus, rasa bingung pun muncul.
Pertanyaan ini kerap muncul karena mata minus sering langsung dikaitkan dengan penggunaan layar. Padahal, menurut dokter, penyebabnya tidak sesederhana itu, Moms.
Penyebab Mata Minus Anak
Ilustrasi anak pakai kacamata. Foto: Shutter Stock
Dokter spesialis mata anak dr. Kianti Raisa Darusman, Sp.M(K), menjelaskan bahwa mata minus pada anak disebabkan oleh berbagai faktor, Moms.
"Minus tidak hanya disebabkan gadget. Faktor genetik juga sangat berperan," jelas dr. Kianti pada kumparanMOM, Minggu (25/1).
Artinya, anak tetap bisa mengalami mata minus meskipun jarang menggunakan gadget.
Selain faktor genetik, dr. Kianti juga menyebutkan adanya kebiasaan tertentu yang juga berperan dalam meningkatkan risiko mata minus pada anak, yaitu:
Aktivitas jarak dekat seperti membaca, menulis, atau menggambar terlalu lama
Kurangnya waktu bermain di luar ruangan
"Kurangnya waktu bermain di luar ruangan juga terbukti meningkatkan risiko mata minus, meskipun anak tidak sering menggunakan layar," jelas dr. Kianti
Dengan memahami bahwa mata minus dipengaruhi oleh berbagai faktor, Anda bisa lebih bijak dalam memperhatikan kebiasaan sehari-hari anak, tidak hanya soal gadget, tetapi juga keseimbangan aktivitasnya, ya, Moms.