Kenapa Balita Tidak Patuh Ketika Dibilang 'Jangan'? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Kenapa Balita Tidak Patuh Ketika Dibilang 'Jangan'?
Jan 22nd 2026, 12:00 by kumparanMOM

Ilustrasi Balita Menangis Foto: MIA Studio/Shutterstock
Ilustrasi Balita Menangis Foto: MIA Studio/Shutterstock

Moms, pernah melihat balita yang justru melakukan kebalikan saat dilarang? Alih-alih berhenti, anak malah makin semangat melakukan hal yang sama. Situasi ini sering terjadi dalam keseharian dan kerap membuat orang dewasa kehabisan kesabaran.

Hal serupa terekam dalam sebuah video yang dibagikan akun Instagram @guinetnot. Dalam video tersebut, seorang balita tetap membuang air ke luar kolam ikan meski sudah dilarang oleh omanya.

Kenapa Balita Makin Dilarang Justru Makin Melakukan?

Ilustrasi balita. Foto: Shutterstock
Ilustrasi balita. Foto: Shutterstock

Menurut Psikolog Klinis Anak dan Remaja, Vera Itabiliana Hadiwidjojo, M.Psi., Psikolog, perilaku tersebut merupakan bagian dari tahapan perkembangan balita.

"Di usia balita, anak sedang mengembangkan kemandirian. Ini sebenarnya perkembangan yang positif, tapi di sisi lain sering muncul perilaku yang menguji kesabaran orang tua, seperti tidak mau diatur, tidak mau dilarang, bahkan dilarang justru dilakukan," jelas Vera kepada kumparanMOM, Rabu (21/01).

Vera juga menjelaskan bahwa balita belum sepenuhnya memahami konsep larangan. Kemampuan anak untuk menyimpulkan mana yang boleh dan tidak boleh dilakukan masih terbatas. Karena itu, penggunaan kata "jangan" sering kali kurang efektif.

"Sebaiknya orang tua langsung menggunakan instruksi, karena anak balita tidak suka dilarang dan masih terbatas dalam menyimpulkan apa yang boleh dilakukan," jelasnya.

Sebagai contoh, daripada mengatakan "jangan dibuang airnya", orang tua bisa mengarahkan anak dengan kalimat yang lebih konkret, seperti "airnya dibuang ke pojok sana, ikannya yang di sana minta minum."

Cara Menyikapi Balita agar Perilaku Tidak Diulang

Ilustrasi anak balita menangis dan minta digendong. Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak balita menangis dan minta digendong. Foto: Shutterstock

Untuk membantu menghentikan perilaku yang tidak diinginkan, Vera menyarankan pendekatan yang lebih tepat, antara lain:

  • Melakukan tindakan non-verbal, seperti mengambil gelas atau mengajak anak menjauh dari kolam

  • Mengalihkan perhatian anak ke aktivitas lain

  • Memberikan pilihan kegiatan lain agar anak tetap merasa memiliki kendali, misalnya setelah berhenti membuang air, anak diajak memberi makan ikan

Dengan pendekatan yang tepat dan konsisten, anak dapat belajar memahami batasan tanpa merasa ditekan atau dimarahi, Moms.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url