MPASI Pertama Picu Reaksi Alergi, Kapan Perlu Waspada? - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
MPASI Pertama Picu Reaksi Alergi, Kapan Perlu Waspada?
Dec 28th 2025, 13:22 by kumparanMOM

Ilustrasi makan MPASI. Foto: Shutterstock
Ilustrasi makan MPASI. Foto: Shutterstock

Seorang ibu membagikan pengalaman melalui akun Threads @fiqiwidiastuty_. Ia mengunggah foto bayinya yang pada hari pertama menjalani MPASI justru harus dibawa ke Instalasi Gawat Darurat (IGD). Sebab, wajah bayi tersebut tiba-tiba muncul bentol-bentol hingga ke area bawah mata, yang membuat orang tua panik dan segera mencari pertolongan medis.

Menanggapi kondisi tersebut, dokter spesialis anak yang juga expert kumparanMOM, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, menjelaskan bahwa reaksi seperti bentol-bentol pada kulit setelah mengkonsumsi makanan baru, patut dicurigai sebagai urtikaria atau biduran.

"Kondisi tersebut kecurigaan urtikaria, jika ruam meluas hampir seluruh tubuh, diikuti bengkak di mata atau bibir, diikuti sesak napas/mengi, maka keadaan tersebut adalah kondisi syok anafilaktik," ucap dr. Reza saat dihubungi kumparanMOM, Senin (22/12).

Ilustrasi Ibu Menyusui Puasa Ketika Bayi Sudah MPASI. Foto: Shutterstock
Ilustrasi Ibu Menyusui Puasa Ketika Bayi Sudah MPASI. Foto: Shutterstock

dr. Reza juga menambahkan, terdapat beberapa bahan makanan yang paling sering memicu reaksi alergi pada bayi. Di antaranya adalah susu sapi, telur, kacang-kacangan, ikan, dan udang. Oleh karena itu, orang tua perlu mengenalkan MPASI dengan cara yang tepat dan terpantau.

Tips Kenalkan MPASI Pertama untuk Cegah Alergi

Menurut dr. Reza, orang tua justru dianjurkan melakukan diversifikasi makanan sejak awal MPASI. Dengan mengenalkan berbagai jenis bahan pangan secara bertahap, tubuh anak belajar membangun toleransi terhadap makanan tersebut, sehingga risiko alergi di kemudian hari bisa ditekan.

MPASI Menu Lengkap.   Foto: Shutterstock
MPASI Menu Lengkap. Foto: Shutterstock

"Dengan kita mengenalkan berbagai jenis makanan, maka kita mengenalkan anak untuk toleran terhadap makanan-makanan tersebut, sehingga justru mencegah alergi makanan di kemudian hari," imbuhnya.

Namun, kepastian apakah seorang anak benar-benar mengalami alergi makanan tetap harus dibuktikan secara medis. Dengan diagnosis yang tepat, anak dapat memperoleh pola makan dan nutrisi optimal yang sesuai dengan kondisi tubuhnya.

Jika terbukti alergi terhadap bahan tertentu, maka langkah ideal adalah melakukan eliminasi bahan tersebut dari menu, kemudian menjalani provokasi di bawah pengawasan tenaga medis ya, Moms.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url