Balita Tidak Mau Minum Obat? Hindari Memaksa dan Coba Cara Ini! - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Balita Tidak Mau Minum Obat? Hindari Memaksa dan Coba Cara Ini!
Jan 3rd 2026, 17:03 by kumparanMOM

Ilustrasi Anak minum obat herbal. Foto: GOLFX/Shutterstock
Ilustrasi Anak minum obat herbal. Foto: GOLFX/Shutterstock

Memberikan obat pada balita sering menjadi tantangan tersendiri bagi orang tua. Di usia ini, anak masih belajar memahami lingkungan dan orang di sekitarnya, termasuk rutinitas harian serta interaksi dengan orang dewasa. Tak heran jika mereka kerap menolak minum obat, meskipun sedang sakit. Hal serupa dialami oleh ibu @syaharanieptr, yang membagikan pengalamannya menghadapi dua anak dengan respons berbeda. Sang adik relatif lebih mudah minum obat, sementara kakak perempuannya justru menolak. Perbedaan ini menunjukkan bahwa setiap anak memiliki tingkat pemahaman dan cara menghadapi rutinitas minum obat yang tidak sama.

Apa yang Bisa Dilakukan agar Anak Mau Minum Obat?

Ilustrasi Anak Minum Obat. Foto: Tom Wang/Shutterstock
Ilustrasi Anak Minum Obat. Foto: Tom Wang/Shutterstock

Dokter Spesialis Anak dr. Aisya Fikritama, Sp.A, menjelaskan balita sebenarnya belum sepenuhnya memahami alasan atau aturan yang disampaikan orang dewasa. Termasuk perihal pemberian obat, Moms. Karena itu, orang tua disarankan memberikan penjelasan singkat tentang obat dan menghindari kebiasaan membohongi anak. "Anak usia 3–4 tahun ke atas sudah mulai memahami maksud orang dewasa. Jika terlalu sering dibohongi, anak bisa semakin menolak minum obat atau merasa takut setiap kali melihat obat," jelas dr. Aisya kepada kumparanMOM, Sabtu (3/1). Alih-alih memaksa atau membohongi, orang tua dapat mencoba pendekatan yang lebih sehat dan konsisten, seperti:

  1. Jelaskan secara singkat dan jujur, misalnya: "Ini obat supaya batukmu cepat sembuh dan badan terasa lebih nyaman."

  2. Berikan pilihan, seperti: "Mau minum pakai sendok biru atau spuit?" "Mau duduk di pangkuan Ayah atau Ibu?"

  3. Alihkan perhatian dengan cara yang aman, misalnya langsung minum air setelah obat, atau beri pujian, stiker, atau pelukan.

  4. Tetap tenang dan konsisten, karena nada suara orang tua sering kali lebih berpengaruh daripada rasa obat itu sendiri.

Selain itu, orang tua juga perlu memperhatikan beberapa hal jika ingin mencampur obat dengan makanan atau minuman. Pasalnya, tidak semua obat aman dikonsumsi bersamaan dengan makanan tertentu. Beberapa hal yang perlu diperhatikan antara lain:

Ilustrasi anak minum susu. Foto: Shutterstock
Ilustrasi anak minum susu. Foto: Shutterstock
  • Hindari mencampur obat dengan teh, susu, atau jus buah tertentu seperti anggur

  • Pastikan obat diminum sesuai anjuran, karena ada obat yang lebih efektif dikonsumsi saat perut kosong

  • Hindari ditambahkan atau dimasukkan pada porsi makanan yang terlalu besar

  • Obat sirup sebaiknya diminum langsung, sedangkan tablet atau kapsul tidak boleh dihancurkan tanpa anjuran dokter.

"Jika ragu, selalu tanyakan kepada dokter atau apoteker apakah obat boleh dicampur dengan makanan," pesan dr. Aisya. Dengan pendekatan yang sederhana dan konsisten, balita dapat merasa lebih nyaman saat minum obat tanpa rasa takut atau trauma. Hal ini juga membantu orang tua menjaga rutinitas pengobatan tetap berjalan dengan lancar.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url