Cantika Abigail di acara Women Leadership Conference (WLC) 2025, Le Meridien Jakarta pada Jumat (07/11). Foto: Her World Indonesia
Semua perempuan inspiratif Indonesia dirayakan melalui Women Leadership Conference (WLC) 2025 di Le Meridien Jakarta, Jumat (07/11). Acara ini bertepatan dengan perjalanan 25 tahun Her World Indonesia. Dalam ajang tahunan tersebut, Her World Indonesia mengumumkan delapan perempuan penerima penghargaan Women of The Year (WOTY) 2025.
Penghargaan diberikan kepada perempuan yang dinilai konsisten menghadirkan dampak nyata di berbagai bidang. Penulis dan Co-Founder What Is Up Indonesia Abigail Limuria serta Founder BLP Beauty Lizzie Parra menjadi dua nama yang mendapat sorotan di daftar tersebut.
Selain dua nama tersebut, gelar WOTY 2025 juga disematkan kepada Peneliti dan Associate Professor Osaka University Sastia Prama Putri, Produser Film dan Co Founder Cerita Films Suryana Paramita, kreator seni Erika Richardo, CEO Injourney Maya Watono, Co Founder Aruna Indonesia Utari Octavianty, serta Owner Natasha Skin Clinic Centre Tantri Onny Bianti.
Perayaan perjalanan 25 tahun Her World Indonesia
Salah satu sesi konferensi di acara Women Leadership Conference (WLC) 2025, Le Meridien Jakarta pada Jumat (07/11). Foto: Her World Indonesia
Konferensi tahun ini mengusung tema "Disrupt Like a Woman Time To Change The Game", yang membingkai diskusi tentang peran perempuan di tengah perubahan sosial dan kemajuan teknologi. Sepanjang konferensi, peserta mengikuti rangkaian sesi yang menyoroti kepemimpinan, ketahanan, dan cara perempuan beradaptasi dengan berbagai tantangan baru.
Editor in Chief Her World Indonesia Mita Soedarjo di acara Women Leadership Conference (WLC) 2025, Le Meridien Jakarta pada Jumat (07/11). Foto: Her World Indonesia
Editor in Chief Her World Indonesia Mita Soedarjo mengatakan konferensi tersebut selalu menjadi kesempatan bagi perempuan untuk bertemu dan saling menguatkan.
"Tahun ini terasa istimewa, bukan hanya karena tema 'Disrupt Like a Woman, Time to Change the Game' yang begitu relevan, tetapi juga karena bertepatan dengan 25 tahun perjalanan Her World Indonesia sebuah refleksi tentang bagaimana kami tumbuh bersama perempuan yang kami rayakan," ujar Mita.
Acara Women Leadership Conference (WLC) 2025, Le Meridien Jakarta pada Jumat (07/11). Foto: Her World Indonesia
Untuk menandai perjalanan seperempat abad itu, sesi spesial bertajuk Celebrating 25 Years of Her World Indonesia menghadirkan empat generasi pemimpin redaksi Her World Indonesia, yaitu Sari Narulita, Dian Sarwono, Shantica Warman, dan Mita Soedarjo.
Percakapan mereka dalam konferensi memutar kembali jejak perjalanan Her World Indonesia sebagai media gaya hidup perempuan yang mengikuti dinamika zaman selama lebih dari dua dekade.
Rangkaian diskusi dan kisah perempuan inspiratif
Cinta Laura Kiehl di acara Women Leadership Conference (WLC) 2025, Le Meridien Jakarta pada Jumat (07/11). Foto: Her World Indonesia
Sejumlah pembicara dari berbagai latar belakang tampil sepanjang konferensi. Ada Cantika Abigail, Andien, dan Andra Alodita yang membuka diskusi dengan mengulas tentang definisi kecantikan dan proses pemulihan diri.
Di sisi lain, ada Mira Sumanti dari Google Indonesia, Utari Octavianty dari Aruna Indonesia, dan Melinda Savitri dari Grab Indonesia yang memaparkan bagaimana kecerdasan buatan dapat dimanfaatkan sebagai alat pendukung pemberdayaan perempuan.
Deayu Anugraha di acara Women Leadership Conference (WLC) 2025, Le Meridien Jakarta pada Jumat (07/11). Foto: Her World Indonesia
Lalu, kisah ketangguhan juga datang dari dua perempuan penyintas kanker, Fia Bunova dan Deayu Anugraha, yang membagikan pengalaman mereka dalam membangun kembali kepercayaan diri setelah proses pemulihan.
Konferensi ditutup dengan sesi Disrupt Like a Woman How We Are Changing The Game yang menampilkan Cinta Laura Kiehl, Luna Maya, Raisha Syarfuan, serta Sastia Prama Putri.
Selaras dengan para pembicara di konferensi sebelumnya, keempat public figure ini menekankan bahwa keberanian berpikir berbeda dan menjunjung nilai empati serta integritas menjadi landasan penting dalam menciptakan perubahan sosial.
Menutup rangkaian acara, Mita Soedarjo menegaskan bahwa kekuatan perempuan tampak dari keputusan yang mereka buat dalam kehidupan sehari-hari.
"Dari cara ia mengambil keputusan, beradaptasi, dan memberi dampak bagi sekitarnya. Setiap perempuan punya kekuatan untuk menciptakan perubahan, sekecil apa pun langkahnya," ujar Mita.