Namanya perempuan, menstruasi rasanya sudah seperti 'sahabat' yang rutin mampir setiap bulan. Di masa ini, mood sering jadi lebih sendu, tubuh terasa pegal-pegal, dan energi pun kadang menurun.
Namun, kamu sudah tahu belum kalau siklus menstruasi itu bukan cuma soal haid saja? Dalam satu bulan, perempuan sebenarnya melewati empat fase berbeda. Setiap fase punya perubahan hormonal yang unik dan masing-masing bisa memengaruhi tubuh, mood, hingga tingkat percaya diri, lho, Ladies!
Penasaran gimana perjalanan tubuhmu sepanjang satu siklus? Yuk, simak penjelasannya lebih lengkapnya berikut ini.
4 Fase siklus menstruasi perempuan
Dalam satu bulan, tubuh perempuan melewati empat fase yang membentuk seluruh siklus menstruasi. Setiap fase memicu perubahan hormonal yang berbeda, sehingga berdampak pada kondisi fisik, energi, hingga suasana hati.
1. Fase menstruasi
Ilustrasi menstruasi. Foto: ViDI Studio/Shutterstock
Tahap pertama ini dikenal sebagai 'tamu bulanan' alias haid. Pada fase ini, sel telur yang tidak dibuahi menyebabkan dinding rahim (endometrium) meluruh. Akibatnya, tubuh mengeluarkan darah dan jaringan melalui vagina sebagai bagian dari siklus menstruasi.
Menurut Healthline, pada fase menstruasi kadar hormon estrogen dan progesteron menurun, Ladies. Apa dampaknya? Badan lebih mudah lelah, mood naik-turun seperti roller coaster, dan sakit kepala dapat muncul. Jadi, kalau kamu lebih sensitif atau mudah emosi di fase ini, itu sepenuhnya normal.
2. Fase folikular
Fase folikular sebenarnya dimulai sejak hari pertama menstruasi. Pada tahap ini, tubuh mulai memproduksi follicle-stimulating hormone (FSH), yaitu hormon yang bertugas merangsang ovarium untuk membentuk beberapa folikel, masing-masing berisi calon sel telur.
Meskipun kamu masih menstruasi, proses pematangan folikel sudah berlangsung. Setelah darah menstruasi berhenti, fase folikular tetap berlanjut. Kadar estrogen mulai meningkat, dinding rahim menebal kembali, dan tubuh terasa lebih berenergi dan produktif.
3. Fase ovulasi
Ilustrasi Ovulasi. Foto: Shutter Stock
Setelah proses pematangan sel telur pada fase folikular selesai, siklus pun berlanjut ke fase ovulasi. Pada tahap ini, sel telur matang dilepaskan dari ovarium dan bergerak menuju tuba falopi, di mana ia akan menunggu untuk dibuahi. Fase ini biasanya terjadi setelah 2 minggu masa menstruasi.
Menariknya, menurut studi National Institutes of Health (2021), perempuan terlihat lebih menarik di masa ini. Bukan hanya di mata orang lain, melainkan juga di mata dirinya sendiri saat swafoto atau bercermin.
Pada fase ini, hormon estrogen dan luteinizing (LH) berada pada puncaknya. Kombinasi keduanya membuat kamu merasa lebih percaya diri, lebih energik, dan sering kali juga lebih bergairah.
4. Fase luteal
Fase luteal dimulai setelah ovulasi. Pada tahap ini, folikel yang sebelumnya berisi sel telur berubah menjadi corpus luteum, yaitu kelenjar sementara yang memproduksi hormon progesteron dan sedikit estrogen. Kedua hormon ini menjaga dinding rahim tetap tebal dan stabil sebagai persiapan jika pembuahan terjadi.
Namun, apabila pembuahan tidak terjadi, kadar progesteron akan menurun dan tubuh pun beralih ke fase menstruasi. Penurunan hormon inilah yang membuat perempuan merasa lebih mudah baper, lebih lapar, serta mengalami nyeri tubuh atau gejala PMS lainnya.