Meski masih dalam suasana duka setelah rumahnya habis dijarah, Uya Kuya justru tampak hadir di Desa Semboro, Jember, Jawa Timur. Kehadiran Uya Kuya bersama istrinya, Astrid Kuya, dalam rangka pemulangan jenazah PMI Rifa Hamidah yang meninggal dunia karena sakit di Hongkong.
"Sebetulnya proses pemulangan jenazah ini sudah direncanakan sejak sebulan yang lalu, saat Miss Yuni menghubungi saya," ujar Uya Kuya, sebagaimana disampaikan dalam siaran pers yang diterima pada Sabtu (13/9).
Seperti diketahui, Uya Kuya bersama sahabatnya, Miss Yuni—aktivis TKW Hongkong—selama empat tahun terakhir aktif membantu para PMI yang mengalami masalah, mulai dari sakit hingga pemulangan jenazah.
Tangis keluarga almarhumah Rifa dan warga Jember pecah saat jenazah dimakamkan. Keluarga, warga, hingga pemerintah daerah setempat mengucapkan terima kasih kepada Uya Kuya dan Miss Yuni yang telah membantu pemulangan jenazah Rifa.
Di tengah cobaan pasca-penjarahan rumahnya, Uya Kuya memilih untuk tidak berdiam diri. Statusnya sebagai anggota dewan memang sedang dinonaktifkan, namun justru ketika banyak orang memilih bersembunyi, Uya dan sang istri tampil di garis depan. Bukan di panggung hiburan, bukan pula di ruang sidang, melainkan di tengah masyarakat yang benar-benar membutuhkan bantuan.
Saat ditanya mengenai statusnya di DPR, Uya Kuya menegaskan:
"Walaupun status saya sedang nonaktif, namun itu tidak mengurangi niat saya untuk membantu masyarakat, khususnya para PMI, seperti yang sudah saya lakukan jauh sebelum menjadi anggota DPR." kata Uya Kuya.
Uya Kuya pun menanggapi soal video hoaks yang memfitnah dirinya terkait pernyataan "gaji 3 juta itu kecil, beli bensin saja tidak cukup."
"Nanti kebenaran akan datang pada waktunya. Masyarakat akan menilai sendiri bahwa video-video yang beredar itu murni postingan orang lain yang mengambil dari video lama saya lalu ditambahkan tulisan dengan narasi fitnah," katanya.
Sebelum ke pemakaman Rifa, Uya Kuya juga menyempatkan diri menjenguk Lilis, seorang TKW Malaysia yang dulu pernah ia pulangkan dalam keadaan koma dan lumpuh dari negeri jiran.