Tradisi Tahunan Debutante untuk Perempuan Muda Kelas Atas di Inggris - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Tradisi Tahunan Debutante untuk Perempuan Muda Kelas Atas di Inggris
Sep 12th 2025, 15:00 by kumparanWOMAN

Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters
Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters

Berbagai negara di seluruh dunia memiliki tradisi unik untuk merayakan perempuan muda yang beranjak dewasa. Misalnya di Amerika Latin dikenal QuinceaƱera, merayakan ulang tahun ke-15 anak perempuan, sedangkan di India Selatan terdapat upacara Ritusuddhi yang menandai menstruasi pertama. Sementara itu, di Inggris, terdapat tradisi kuno yang memasuki era modern: tradisi debutante, yang berjalan selama berabad-abad dan dikenal dengan nama Queen Charlotte's Ball.

Namun, Ladies, Queen Charlotte's Ball tidak terbuka untuk semua, hanya kalangan tertentu saja yang dapat mengikuti tradisi eksklusif ini. Tradisi ini bertujuan memperkenalkan perempuan muda berstatus tinggi kepada masyarakat sosial, menunjukkan bahwa mereka siap menjadi pasangan laki-laki single. Sebab perempuan biasanya tidak mewarisi harta ayah mereka, sehingga perjodohan menjadi sangat penting secara ekonomi.

Tradisi dengan sejarah yang panjang

Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters
Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters

Dilansir Time, tradisi debutante pertama kali tercatat pada tahun 1780 ketika Raja George III mengadakan pesta untuk menghormati ulang tahun istrinya, Ratu Charlotte. Acara tersebut dinamakan Queen Charlotte's Ball.

Kala itu, debutante diperkenalkan oleh Raja George sebagai pesta meriah bagi keluarga aristokrat untuk memperlihatkan putri-putri mereka kepada masyarakat elite. Dengan kata lain, ini adalah gerbang menuju pernikahan, jaringan sosial, dan tentunya, pengukuhan status keluarga.

Namun, di balik tampilan cantik dan pesta meriah, para debutante menghadapi persiapan yang tidak main-main dari jauh-jauh hari. Para perempuan muda itu harus mengikuti "finishing school" terlebih dahulu untuk belajar etiket, bahasa asing, seni menari, dan cara berbicara yang anggun. Kemudian, mereka harus menyiapkan minimal enam gaun dansa dengan satu di antaranya adalah gaun putih khusus bergaya bridal.

Setelah resmi diperkenalkan di Queen Charlotte's Ball, para debutante lalu menjalani London Season, yaitu sebuah rangkaian sosial panjang dari bulan Maret hingga Oktober. Di sinilah mereka menghadiri pesta teh, jamuan makan malam, pertunjukan opera, hingga balapan kuda di Ascott. Musim ini menjadi bagian dari ritual panjang untuk menegaskan kedudukan keluarga dan mencari pasangan yang bibit-bebet-bobotnya "setara".

Perkembangan Debutante di Era Modern

Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters
Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters

Meski bertahan ratusan tahun, tradisi ini akhirnya diguncang perubahan zaman. Setelah Perang Dunia II, masyarakat Inggris mulai mempertanyakan relevansi acara yang sarat kemewahan namun terasa kuno. Hingga pada tahun 1958 Ratu Elizabeth II memutuskan untuk menghapus tradisi presentasi debutante di istana.

Sejak saat itu, Queen Charlotte's Ball sempat menghilang dari panggung sosial Inggris. Namun, tradisi ini akhirnya dihidupkan kembali pada 2009 oleh The London Season, organisasi nirlaba yang dikelola mantan debutante. Tidak hanya diadakan di London, Queen Charlotte's Ball juga sempat digelar di Shanghai dan Dubai. Fokusnya kini lebih pada charity, dengan hasil acara disalurkan untuk mendukung anak-anak yang membutuhkan di seluruh dunia.

Seleksi pemilihan debutante yang ketat

Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters
Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters

Dilansir Daily Mail, Queen Charlotte's Ball kini menjadi salah satu acara sosial paling prestisius di London, tetapi dalam format yang lebih inklusif. Para debutante berusia 16 hingga 21 tahun tampil menawan dalam gaun putih panjang, dihiasi tiara berkilau, dan perhiasan mahal yang akan segera mengingatkanmu pada tampilan karakter di seri Netflix Bridgerton.

Masih sama seperti dulu, debutante di era modern juga harus melalui seleksi ketat. Namun, lebih inklusif dibandingkan debutante di abad ke-18. Kini, para calon debutante dapat mengajukan lamaran resmi dengan CV, surat motivasi, dan foto, lalu diwawancarai sebelum diterima. Seleksi ini memastikan para peserta memiliki latar belakang aristokrat atau profesional, beretika baik, serta cerdas.

Setiap debutante diwajibkan membayar tiket sekitar £500 atau Rp 8,4 juta untuk bisa hadir di pesta tahunan, namun jauh sebelum itu mereka sudah menghabiskan enam bulan menggalang dana lewat fun run, acara berbayar, hingga bake sale.

Malam puncak diisi dengan jamuan mewah empat hidangan, sampanye berkualitas tinggi, tarian, dan puncaknya adalah prosesi ikonis ketika debutante memberikan hormat dengan membungkuk kepada kue tart raksasa, menggantikan tradisi lama berlutut di hadapan raja.

Masyarakat umum yang tertarik hadir bisa membeli tiket dengan harga 49 juta

Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters
Queen Charlotte's Ball. Foto: Jack Taylor/Reuters

Bagi undangan yang bukan debutante, bisa membeli "tiket" untuk satu meja dan menjadi bagian dari pengalaman eksklusif ini dengan harga mulai dari £2,500 atau 49,5 juta rupiah. Harga yang fantastis ini menjadikan Queen Charlotte's Ball hanya terbuka untuk kalangan yang benar-benar berada. Total tamu pun dibatasi sekitar 150 orang setiap tahun.

Setiap tahun hanya sekitar 20 perempuan muda dari seluruh dunia yang dipilih untuk tampil di pesta ini. Mereka datang dari keluarga berada, termasuk dari Tiongkok, India, Amerika, hingga Timur Tengah. Semua debutante tampil menawan dalam gaun couture putih yang disediakan secara cuma-cuma, lengkap dengan tiara dan perhiasan mewah.

Jika dahulu debutante adalah momen "perkenalan diri" secara resmi ke masyarakat bangsawan, kini maknanya lebih diarahkan pada pembentukan karakter, keterlibatan dalam kerja sosial, serta pembangunan jaringan internasional.

Penulis: Zulfa Salman

BACA JUGA: 5 Peraturan dan Tradisi Kerajaan Inggris yang Pernah Dilanggar Kate Middleton

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url