Petugas menghitung uang pecahan dolar AS di Bank Mandiri, Jakarta, Jumat (11/10/2024). Foto: ANTARA FOTO/Rivan Awal Lingga
Menteri Keuangan Purbaya Yudhi Sadewa optimistis nilai tukar rupiah akan menunjukkan trend penguatan pada pekan depan. Dia menilai sentimen negatif yang muncul akibat isu bunga valuta asing (valas) 4 persen seolah berasal dari Kementerian Keuangan yang sempat menekan rupiah hanya bersifat sementara.
"Kalau sepanjang tahun ke depan seperti itu ya berdampak, tapi saya yakin ketika mereka tahu bahwa kebijakan yang kita jalankan betul-betul bisa membalik arah pertumbuhan ekonomi, itu rupiah akan berbalik dengan cepat," kata Purbaya saat diskusi bersama media di Kantor Kementerian Keuangan, Jakarta Pusat, Jumat (26/9)
Purbaya juga menyebut bahwa Bank Indonesia sesuai dengan wewenangnya akan menjaga nilai tukar dengan agresif dan sungguh-sungguh, sesuai dengan peran mereka.
"Saya pikir enggak lama akan balik lagi," ungkapnya.
"Mungkin pertengahan minggu depan juga udah balik. Ini kan kita baru konferensi pada sekarang. Baru kebaca koran, nanti sore, market udah tutup kan. Senin baru mulai ini, Selasa, Rabu mesti udah balik," ungkapnya.
Lebih lanjut, dia menegaskan fondasi ekonomi Indonesia akan terus membaik ke depannya, seiring pelaksanaan kebijakan yang sinkron antara pemerintah dan Bank Indonesia
Menkeu Purbaya menggelar diskusi bersama media di kantornya, Jakarta Pusat, Jumat (26/9/2025). Foto: Najma Ramadhanya/kumparan
"Hitungan saya yang jelas gini, fondasi ekonomi kita akan membaik terus ke depan. Kita menjalankan kebijakan untuk mendorong ekonomi, enggak main-main," ujarnya.
"Bank Sentral juga sinkron dengan kami, tujuannya sama, menjaga stabilitas ekonomi dan menciptakan pertumbuhan yang lebih cepat," ujar dia.
Berdasarkan laporan Bloomberg pada Jumat (26/9) pukul 17.03 WIB, nilai rupiah menguat 11,00 poin atau 0,07 persen ke Rp 16.738 terhadap dolar AS.
Namun demikian, sejak Mei 2025 nilai rupiah terus berfluktuasi. Setelah melemah hingga Rp 16.627 per dolar AS pada Mei 2025, rupiah sempat menguat di Juni dan Juli mencapai Rp 16.185 per dolar AS.
Lalu kemudian kembali melemah ke level Rp 16.513 pada awal Agustus 2025. Namun pada periode tersebut rupiah kembali menguat ke level Rp 16.115 per dolar AS, tepatnya pada 14 Agustus 2025.
Tetapi pada Jumat pagi (26/9), rupiah kembali melemah bahkan menyentuh level terendah dalam 5 bulan terakhir mencapai Rp 16.768 per dolar AS.