10 Hal Menarik yang Perlu Diketahui dari Parade Militer Besar di China - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
10 Hal Menarik yang Perlu Diketahui dari Parade Militer Besar di China
Sep 3rd 2025, 13:14 by kumparanNEWS

Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri di dalam mobil untuk meninjau pasukan selama parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Presiden Tiongkok Xi Jinping berdiri di dalam mobil untuk meninjau pasukan selama parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS

China menggelar parade militer besar-besaran untuk memperingati berakhirnya Perang Dunia II. Peringatan ini oleh China dinamakan 'Kemenangan Perang Perlawanan Rakyat China Melawan Agresi Jepang dan Perang Anti-Fasis Dunia'.

Apa saja hal menarik yang perlu anda ketahui dari acara ini? Berikut yang telah kumparan rangkum:

1. Prabowo Hadir, Berdiri Sejajar dengan Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong-un

Preside Indonesia Prabowo Subianto berdiri sejajar bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Sergey Bobylev / POOL / AFP
Preside Indonesia Prabowo Subianto berdiri sejajar bersama Presiden Tiongkok Xi Jinping, Presiden Rusia Vladimir Putin, dan pemimpin Korea Utara Kim Jong Un dalam peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Sergey Bobylev / POOL / AFP

Presiden Prabowo hadir di Beijing untuk menghadiri parade militer China. Kedatangan Prabowo disambut langsung oleh Presiden China Xi Jinping dan istrinya, Peng Liyuan.

Dalam foto bersama, Prabowo berdiri di barisan depan, sejajar dengan Presiden Rusia Vladimir Putin, Pemimpin Tertinggi Korut Kim Jong-un, dan Xi Jinping di tengah.

Prabowo juga duduk di barisan depan di balkon Tiananmen Square saat menyaksikan parade militer.

2. Xi Jinping Diapit Kim Jong-un dan Putin

Presiden Rusia Vladimir Putin berjalan bersama Presiden China, Xi Jinping, dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sebelum parade militer peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP
Presiden Rusia Vladimir Putin berjalan bersama Presiden China, Xi Jinping, dan pemimpin Korea Utara, Kim Jong-un, sebelum parade militer peringatan 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Alexander KAZAKOV / POOL / AFP

Momen menarik terjadi saat Xi Jinping dan kepala negara undangan akan menuju balkon Tiananmen Square untuk menyaksikan parade militer. Dalam momen itu, Xi Jinping terlihat berjalan di depan, diapit Putin dan Kim Jong-un.

Xi Jinping terlihat berjabat tangan dengan Putin dan Kim Jong-un dan saling berbincang menuju tempat acaranya.

Semua mata dunia tertuju pada trio Xi Jinping, Putin, dan Kim Jong-un, khususnya kepada Kim yang sangat jarang meninggalkan Korut.

3. Kim Jong-un Ajak Putrinya, Kim Ju-ae, ke China

Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disambut di samping putrinya, Kim Ju-ae, oleh Direktur Kantor Umum Partai Komunis Tiongkok (PKT) Cai Qi dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Beijing, China, Selasa (2/9/2025). Foto: KCNA via REUTERS
Pemimpin Korea Utara Kim Jong Un disambut di samping putrinya, Kim Ju-ae, oleh Direktur Kantor Umum Partai Komunis Tiongkok (PKT) Cai Qi dan Menteri Luar Negeri Tiongkok Wang Yi di Beijing, China, Selasa (2/9/2025). Foto: KCNA via REUTERS

Momen lain yang tak kalah menarik adalah sosok yang mendampingi Kim Jong-un dalam kunjungannya ke China. Kim Jong-un rupanya didampingi putrinya, Kim Ju-ae.

Kim Ju-ae memang oleh banyak pakar dinilai sebagai penerus Kim Jong-un di masa depan. Hal ini terlihat dari kemunculan Kim Ju-ae yang semakin sering dalam beberapa tahun belakangan ini.

Wakil presiden Sejong Institute, Cheong Seong-chang, menilai keputusan Kim Jong-un membawa putrinya ke China merupakan sinyal kuat untuk menunjukkan bahwa Kim Ju-ae adalah penerusnya.

"Sekaligus kesempatan bagi Ju-ae untuk memulai pelatihan diplomatik formal," kata Cheong.

4. Trump Sampaikan Salam ke Putin dan Kim Jong-un

Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keterangan  dalam konferensi pers terkait pengarahan pasukan Garda Nasional dan menempatkan kepolisian Washington di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (11/8/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP
Presiden Amerika Serikat Donald Trump menyampaikan keterangan dalam konferensi pers terkait pengarahan pasukan Garda Nasional dan menempatkan kepolisian Washington di Gedung Putih, Washington DC, Amerika Serikat, Senin (11/8/2025). Foto: Andrew Caballero-Reynolds/AFP

Presiden AS Donald Trump mengomentari parade militer besar yang digelar di China. Trump mengkiritik parade militer, dan menyebut AS membantu China merdeka dari Jepang.

Lewat unggahan di Truth Social, Trump juga menyampaikan salam kepada Putin dan Kim Jong-un.

"Sampaikan salam hangat saya pada Vladimir Putin dan Kim Jong-un, karena kalian berkonspirasi melawan AS," kata Trump.

5. Xi Jinping Inspeksi Pasukan

Presiden China, Xi Jinping memulai inspeksi pasukannya dalam parade militer yang memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Greg Baker/AFP
Presiden China, Xi Jinping memulai inspeksi pasukannya dalam parade militer yang memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II di Lapangan Tiananmen, Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Greg Baker/AFP

Sebelum memulai parade militer, Xi Jinping terlebih dulu melakukan inspeksi pasukan Tentara Pembebasan Rakyat (PLA). Xi Jinping melakukan inspeksi dari kendaraan kepresidenan, Limousine Hongqi.

Dari Limousine Hongqi, Xi Jinping menyapa satu per satu 13 pasukan PLA yang berpartisipasi dalam parade militer. Usai menyapa pasukan PLA, Xi Jinping kemudian melakukan inspeksi alutsista.

6. Penampilan Alutsista Canggih PLA

Anggota Tentara Pembebasan Rakyat berdiri saat persenjataan anti-drone dipamerkan dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, Beijing, China, Rabu (3/8/2025). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS
Anggota Tentara Pembebasan Rakyat berdiri saat persenjataan anti-drone dipamerkan dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, Beijing, China, Rabu (3/8/2025). Foto: Maxim Shemetov/REUTERS

Penampilan alutsista canggih China menjadi salah satu hal yang ditunggu-tunggu. China yang dulu tergantung pada alutsista Rusia kini sudah bisa memproduksi alutsista sendiri.

Sebagian besar alutsista yang ditampilkan di parade militer merupakan alutsista buatan dalam negeri.

7. Penampakan Perdana Jet Tempur Siluman dan Rudal Canggih China

Jet tempur siluman Shenyang J-35 terbang dalam formasi selama gladi resik menjelang parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China (24/8/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Jet tempur siluman Shenyang J-35 terbang dalam formasi selama gladi resik menjelang parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China (24/8/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS

Parade militer juga menjadi ajang untuk memperkenalkan alutsista canggih yang belum pernah diungkap ke publik. Yang paling mencolok adalah kehadiran dua pesawat tempur siluman baru Angkatan Udara China, yaitu J-20 Mighty Dragon dan J-35.

Kedua pesawat itu punya spesifikasi siluman. Sebab, kontur desain pesawat meminimalisir pelacakan atau bahkan menyerap sinyal radar yang berupaya mendeteksi mereka.

Selain pesawat siluman, ada 6 rudal canggih yang dipamerkan di parade militer. Namun, yang menarik perhatian adalah kemunculan perdana rudal anti-pesawat HQ-20 dan HQ-22A, dan sistem intersepsi rudal ekso-atmosfer HQ-29.

HQ-20 dan HQ-22A utamanya bertugas menjaga ancaman konvensional dan dapat secara efektif mencegat pesawat fixed-wing, drone, rudal jelajah, bahkan rudal balistik jarak pendek dan jarak menengah. Sementara HQ-29 merupakan pencegat jarak menengah yang dirancang untuk menghadapi ancaman di luar atmosfer bumi.

8. Penampakan Perdana Pasukan Perdamaian China

Personel pasukan penjaga perdamaian China berbaris dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Personel pasukan penjaga perdamaian China berbaris dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS

Dari 13 pasukan PLA yang ikut dalam parade militer, ada satu pasukan yang akhirnya kembali berpartisipasi setelah sekian lama. Pasukan yang berpartisipasi setelah sekian lama adalah Pasukan Perdamaian.

Pasukan Perdamaian China pertama kali berpartisipasi dalam parade militer pada 2015 lalu. Tahun ini menjadi partisipasi kedua Pasukan Perdamaian China di parade militer.

Pasukan dengan beret biru itu terlihat berjalan dan berbaris rapi dalam parade militer di Tiananmen Square. China diketahui menjadi penyubang pasukan perdamaian terbesar di PBB.

Pasukan Perdamaian China telah aktif terlibat dalam aksi penjaga perdamaian PBB sejak 1990.

9. Penampakan Pasukan Siber China

Personel Pasukan Dukungan Informasi (ISF) Tiongkok berbaris dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS
Personel Pasukan Dukungan Informasi (ISF) Tiongkok berbaris dalam parade militer untuk memperingati 80 tahun berakhirnya Perang Dunia II, di Beijing, China, Rabu (3/9/2025). Foto: Tingshu Wang/REUTERS

Pasukan lainnya yang menarik perhatian adalah Information Support Force (ISF) atau Pasukan Pendukung Informasi. Ini adalah unit baru yang dibentuk Xi Jinping tahun lalu dalam restrukturisasi besar-besaran militer China.

Pasukan ini bertugas untuk membangun sistem siber tipe baru untuk mendukung operasi gabungan.

Mereka memiliki sejumlah peralatan, di antaranya kendaraan cloud computing, intelijen digital, jaringan udara-darat, dan informasi terbaru.

10. Pidato Xi Jinping yang Berapi-api

Mobil kepresidenan China, Hongqi CA7600J. Foto: dok. Car News China
Mobil kepresidenan China, Hongqi CA7600J. Foto: dok. Car News China

Dalam pidatonya yang berapi-api, Xi Jinping menyatakan China dan kekuatannya tak bisa dihentikan.

"Pembaruan negara China tak bisa dihentikan untuk tujuan perdamaian demi kemanusiaan, pembangunan akan menang," kata Xi Jinping.

Dia juga mengatakan saat ini manusia dihadapkan pada dua pilihan: damai atau perang, dialog atau konfrontasi.

"Saat ini, umat manusia dihadapkan pada pilihan antara damai atau perang, dialog atau konfrontasi, sama-sama menguntungkan atau sama-sama diuntungkan," lanjutnya.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url