Ilustrasi gerakan tutup mulut (GTM) yang terjadi pada anak. Foto: Shutterstock
Moms, siapa di sini yang sering dibuat pusing karena si kecil tiba-tiba menolak makan alias GTM (Gerakan Tutup Mulut)? Tenang, kondisi ini sebetulnya wajar dialami anak, kok. Meski, sebagai ibu, wajar jika kita cemas saat anak GTM, karena khawatir dengan kecukupan nutrisinya.
GTM bisa dipicu banyak sebab. Mulai dari anak sakit, sedang tumbuh gigi, bosan dengan makanan, tekstur yang tidak sesuai, dan masih banyak lagi.
Oleh karena itu, penting untuk mengidentifikasi apa penyebab anak GTM. Dengan begitu, kita akan lebih mudah menemukan solusinya. Tapi, bagaimana jika penyebabnya juga belum teridentifikasi?
Nah, Moms, salah satu langkah yang penting diterapkan adalah dengan konsisten menerapkan feeding rules atau aturan makan yang direkomendasikan WHO.
Kenapa Feeding Rules Penting?
kumparan hangout online bersama dr. Aisya Fikritama, Sp.A, Kamis (28/8/2025). Foto: kumparan
Menurut dokter spesialis anak yang juga expert kumparanMOM, dr. Aisya Fikriatama, SpA, dengan menerapkan pola makan yang jelas, tubuh anak akan belajar mengenali rasa lapar dan kenyang.
"Yang penting kalau sudah jam makan berikan makanan, kalau sudah 30 menit selesai, jangan dilanjutkan." ujar dr. Aisya Fikriatama, pada acara kumparan hangout, Kamis (28/08).
Jadi, bukan sekadar Anda yang menentukan kapan anak harus makan, tetapi tubuh anak juga akan alarm sendiri saat waktunya makan tiba.
"Misalnya, setelah makan utama, lambung anak akan kembali kosong sekitar 100 menit kemudian. Itu artinya, ketika jam makan berikutnya tiba, si kecil dan merasa lapar lagi secara alami. Nah, kalau jadwal makan tidak teratur, anak bisa jadi terlalu kenyang karena kebanyakan camilan, atau sebaliknya jadi rewel karena telat makan," tambah dr. Aisya
Ciri-Ciri Anak Lapar dan Kenyang
Moms, penting juga untuk mengenali tanda-tanda saat anak lapar maupun kenyang.
Tanda lapar: biasanya anak jadi gelisah, rewel, mencari puting atau sumber makanan (untuk bayi), memasukkan tangan atau benda ke mulut, atau membuka mulut ketika sendok mendekat.
Tanda kenyang: anak akan menutup mulut rapat, menoleh menjauh, mendorong sendok dengan tangan, memainkan makanan, atau bahkan tidak merespons ketika disodori makanan.
Dengan kepekaan pada sinyal ini, Anda bisa lebih bijak menentukan kapan anak siap makan dan kapan harus berhenti.
Aturan Praktis dalam Feeding Rules
Ada beberapa hal sederhana yang bisa Anda terapkan:
Jadwalkan makan dengan teratur. Biasanya tiga kali makan utama dan dua kali camilan sehat cukup untuk anak.
Batasi waktu makan maksimal 30 menit. Jika anak tidak mau makan, hentikan. Jangan diperpanjang karena akan membuat suasana makan jadi tegang.
Hindari memberi camilan terlalu sering. Kalau tiap 2 jam anak diberi makanan ringan tinggi energi atau karbohidrat, perutnya jadi cepat kenyang dan akhirnya menolak