Bingung Anak GTM? Coba Libatkan Ayah saat Si Kecil Makan, Moms! - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Bingung Anak GTM? Coba Libatkan Ayah saat Si Kecil Makan, Moms!
Aug 29th 2025, 13:00 by kumparanMOM

Ilustrasi ayah nyuapin anak. Foto: Travelpixs/ShutterstMoms, sering kali saat anak GTM (Gerakan Tutup Mulut), fokus utama tertuju pada ibu. Padahal, ada satu sosok penting yang perannya bisa membuat suasana makan jadi lebih menyenangkan, yaitu ayah!
Ilustrasi ayah nyuapin anak. Foto: Travelpixs/ShutterstMoms, sering kali saat anak GTM (Gerakan Tutup Mulut), fokus utama tertuju pada ibu. Padahal, ada satu sosok penting yang perannya bisa membuat suasana makan jadi lebih menyenangkan, yaitu ayah!

Dokter spesialis anak yang juga expert kumparanMOM dr. Aisya Fikriatama, SpA, menyebut kehadiran ayah tidak hanya membuat anak bahagia, tetapi juga memberi rasa tenang bagi ibu.

"Seringkali suasana hati ibu saat memberikan makan anak itu marah, kesal karena anak GTM. Tapi dengan kehadiran ayah, ibu merasa di-support dan anak akan jadi lebih tenang kalau ibunya tenang dan happy," ujar dr. AisyaAisya pada acara kumparan Hangout, Kamis (28/08).

Beri Contoh Anak

Bukan rahasia lagi bahwa anak adalah peniru ulung. Maka, cobalah manfaatkan dengan memberi contoh makan lahap di depan anak, Moms.

Ketika hal-hal positif terjadi di depannya, anak akan dengan mudah melakukan apa yang dia lihat. Sesederhana dengan mengikuti kebiasaan dan cara makan yang orang tuanya perlihatkan.

"Jadi, sederhana sekali sebenarnya, cukup dengan menunjukkan contoh positif, anak bisa lebih termotivasi untuk makan tanpa dipaksa," tutur dr Aisya.

Tips Praktis untuk Ayah Saat Mendampingi Anak Makan

kumparan hangout online bersama dr. Aisya Fikritama, Sp.A, Kamis (28/8/2025).  Foto: kumparan
kumparan hangout online bersama dr. Aisya Fikritama, Sp.A, Kamis (28/8/2025). Foto: kumparan

Berikut saran dari dr. Aisya yang bisa coba Anda dan suami praktikkan di rumah, Moms.

  1. Makan bersama agar anak ikut semangat.

  2. Sabar saat anak mencoba makanan baru.

  3. Terlibat aktif, bukan sekadar membantu.

  4. Ciptakan suasana seru biar anak tak bosan.

  5. Komunikasi dengan ibu untuk saling support.

Reporter: Sarah Tri Wulandari

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url