Pemerintah Buka Seleksi Dewan Pengawas INA Gantikan Darwin Cyril, Ini Syaratnya - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Pemerintah Buka Seleksi Dewan Pengawas INA Gantikan Darwin Cyril, Ini Syaratnya
Jul 22nd 2025, 07:22 by kumparanBISNIS

Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati berbicara selama acara tentang perluasan cakupan kesehatan untuk semua selama pertemuan musim semi IMF-Grup Bank Dunia di kantor pusat Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat. Foto: Mandel Ngan/AFP
Menteri Keuangan Indonesia Sri Mulyani Indrawati berbicara selama acara tentang perluasan cakupan kesehatan untuk semua selama pertemuan musim semi IMF-Grup Bank Dunia di kantor pusat Bank Dunia di Washington, Amerika Serikat. Foto: Mandel Ngan/AFP

Pemerintah resmi membuka seleksi calon Dewan Pengawas Lembaga Pengelola Investasi (LPI) atau Indonesia Investment Authority (INA) dari kalangan profesional. Seleksi ini digelar menjelang berakhirnya masa jabatan salah satu anggota Dewas, Darwin Cyril Noerhadi, pada tahun 2026 mendatang.

Ketua merangkap Anggota Ex Officio Panitia Seleksi INA, Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati, menyatakan bahwa seleksi dibuka untuk mencari pengganti dari unsur profesional yang akan mengisi posisi strategi tersebut.

"Pada malam hari ini kami, panitia seleksi, mengumumkan proses pemilihan Dewan Pengawas untuk unsur profesional," ujar Sri Mulyani dalam konferensi, dikutip pada Selasa (22/7).

Seleksi bagian menjadi dua tahap. Pertama, pengumuman dan pendaftaran, serta tahap kedua seleksi kelayakan dan kepatutan. Nantinya, panitia akan mengusulkan dua nama kepada Presiden RI untuk dikonsultasikan kepada DPR sebelum ditetapkan secara resmi.

Syarat Umum Calon Dewas INA

Calon yang berminat harus memenuhi sejumlah syarat umum, seperti:

Warga Negara Indonesia

Sehat jasmani dan rohani

Tidak sedang menjadi pengurus atau anggota partai politik

Usia maksimal 65 tahun saat pengaktifan pertama kali

Tidak pernah dipidana karena tindak kejahatan

Tidak pernah dinyatakan pailit atau terlibat dalam pengelolaan perusahaan pailit

Tidak memiliki catatan tercela dalam bidang investasi atau lainnya menurut peraturan yang berlaku

Memiliki keahlian atau pengalaman di bidang investasi, ekonomi, keuangan, perbankan, hukum, dan/atau organisasi perusahaan

Syarat Khusus, 20 Tahun Pengalaman Profesional

Tak hanya syarat umum, panitia juga mengajukan kriteria khusus yang cukup ketat. Calon harus memiliki pengalaman profesional minimal 20 tahun, dan setidaknya 5 tahun sebagai eksekutif, pengawas, atau profesional senior di perusahaan/organisasi besar dengan kriteria berikut:

Pernah menjabat sebagai eksekutif senior (direksi/dewan pengawas) minimal 5 tahun di perusahaan atau entitas dengan dana kelolaan atau nilai kapitalisasi pasar sedikitnya Rp 50 triliun.

Berasal dari kantor akuntan publik atau sekuritas top 10 nasional

Memiliki pengalaman di perusahaan profesional global top 15 dunia di sektor strategis

Pernah menjabat di regulator atau SRO di sektor keuangan nasional

Memiliki interaksi langsung dan luas dengan dunia usaha dan investasi internasional

Paham praktek internasional dalam bidang ekonomi, keuangan, investasi, korporasi, dan/atau akuntansi

Memiliki keahlian mendalam di bidang investasi dan keuangan

Proses Pendaftaran Dibuka Mulai 21 Juli

Proses pendaftaran seleksi dilakukan secara berani melalui laman seleksi-dewas.lpi.kemenkeu.go.id , yang dibuka mulai 21 Juli 2025 pukul 09.00 WIB dan ditutup pada 1 Agustus 2025 pukul 17.00 WIB.

Susunan Panitia Seleksi INA terdiri dari:

Sri Mulyani Indrawati (Ketua merangkap Anggota Ex Officio)

Erick Thohir (Menteri BUMN, Anggota Ex Officio)

Thomas Djiwandono (Wakil Menteri Keuangan, unsur pemerintah)

Kartika Wirjoatmodjo (Wakil Menteri BUMN, unsur profesional dan pemerintah)

Agus DW Martowardojo (unsur profesional)

Proses seleksi ini diharapkan dapat menghasilkan sosok Dewas yang kompeten, kredibel, dan mampu membawa INA ke arah tata kelola yang lebih kuat dan berstandar global.

"Tata kelola INA juga bebas dari kepentingan politik dan dilakukan dengan membangun tata kelola mengikuti praktik terbaik dari Sovereign Wealth Fund Internasional," tegas Sri Mulyani.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url