Diskriminasi dan Penyerangan pada Muslim di AS Meroket pada 2023
2 Apr, 2024
Halaman ini telah diakses:
Views
Aksi Bela Muslim di AS Foto: AP/Ted S. Warren
Diskriminasi dan serangan terhadap muslim dan warga Palestina di Amerika Serikat (AS) meroket pada 2023. Tingginya angka tersebut didorong meningkatnya islamofobia dan perang Gaza.
Kelompok advokasi Muslim Amerika Serikat mengungkapkan laporan itu pada Selasa (2/4). Mereka mengatakan, laporan mengenai penyerangan dan diskriminasi mencapai 8.601 pada 2023, naik 56 persen dari tahun lalu.
Angka tersebut merupakan yang tertinggi sejak Dewan Hubungan Amerika-Islam (CAIR) mulai pencatatan tersebut pada hampir 30 tahun lalu.
Aksi Bela Muslim di AS Foto: Reuters/Stephanie Keith
CAIR menyebut, diskriminasi dan penyerangan pada 2023 paling sering terjadi dalam rentang waktu Oktober sampai Desember. Israel memulai serangan ke Gaza pada 7 Oktober 2023.
Laporan penyerangan termasuk insiden penusukan bocah Palestina berusia 6 tahun di Illinois pada Oktober 2023, penembakan tiga pemuda keturunan Palestina pada November dan penusukan pria Palestina-Amerika di Texas pada Februari 2024.
Jason J. Eaton (48) tersangka penembakan tiga mahasiswa keturunan Palestina di Burlington, Vermont, AS, Senin (27/11/2023). Foto: Burlington Police Department/Reuters
CAIR menjelaskan, meroketnya kasus pada 2023 terjadi setelah angka penyerangan dan diskriminasi menurun pada tahun sebelumnya.
Pada sembilan bulan pertama 2023, hanya terjadi sekitar 500 kasus di AS. Akan tetapi di triwulan akhir 2023 angkanya melonjak menjadi sekitar 1.200 kali per bulan.
Hisham Awartani, Kinnan Abdel Hamid dan Tahseen Ahmed, tiga mahasiswa keturunan Palestina yang ditembak di dekat Universitas Vermont di Burlington pada 25 November 2023. Foto: Awartani family/Reuters
"Kekuatan utama di balik ini adalah gelombang islamofobia meroket akibat eskalasi kekerasan di Israel dan Palestina pada Oktober 2023," kata laporan itu seperti dikutip dari AFP.
CAIR menyatakan, angka-angka mengenai diskriminasi dan penyerangan telah mereka lakukan peninjauan. Mereka juga menghubungi warga yang menjadi korban tindakan tersebut.