Heru Budi Imbau Anak Pakai Baju Lengan Panjang untuk Cegah DBD, Ini Kata Dokter

Halaman ini telah diakses: Views
Anak dikerubungi nyamuk. Foto: Shutter Stock
Anak dikerubungi nyamuk. Foto: Shutter Stock

Penjabat (Pj) Gubernur DKI Jakarta Heru Budi Hartono meminta para orang tua untuk memakaikan anak-anaknya pakaian lengan panjang dan minyak telon. Imbauan ini dimaksudkan untuk mencegah penularan Demam Berdarah Dengue (DBD).

"Bulan ini rawan DBD, jadi anak-anak keluar rumah pakai lengan panjang dan minyak telon," kata Heru di Cilincing, Jakarta Utara, seperti dikutip dari antara, Senin (18/6).

Pernyataan itu dilontarkan usai adanya peningkatan kasus DBD di DKI Jakarta. Selama periode 1 Januari sampai Februari 2024, jumlah kasus DBD di Jakarta tercatat sebanyak 627 kasus. Namun pernyataan tersebut menuai kritik dari netizen karena imbauannya dianggap tidak esensial.

Lantas bagaimana seharusnya melakukan pencegahan penularan DBD? Simak penjelasan dokter di bawah ini.

Ilustrasi nyamuk DBD pada kulit manusia. Foto: AUUSanAKUL/Shutterstock
Ilustrasi nyamuk DBD pada kulit manusia. Foto: AUUSanAKUL/Shutterstock

Tanggapan Dokter Anak soal Pencegahan DBD

Menanggapi hal tersebut, Dokter Spesialis Anak, dr. Reza Abdussalam, Sp.A, menjelaskan bahwa menggunakan pakaian lengan panjang memang bisa mencegah gigitan nyamuk.

"Untuk anak-anak, dipertimbangkan pemberian losion atau repellent untuk mencegah gigitan nyamuk. Jika keluar rumah idealnya menggunakan pakaian tangan panjang untuk menghindari gigitan nyamuk," ujar Dokter Reza saat dihubungi kumparanMOM.

Dokter Reza menyebut, nyamuk lebih sering hinggap dan menggigit kulit tubuh yang terbuka pada anak-anak maupun orang dewasa. Di sisi lain, DBD menular melalui gigitan nyamuk. Nyamuk penyebab DBD membawa virus dari hasil gigitan orang yang terinfeksi.

"Nyamuk tersebut biasa menggigit pada pagi dan sore hari, dan untuk mencegah penularan DBD adalah dengan menghindari gigitan nyamuk tersebut," tuturnya.

Semprot atau oleskan produk anti serangga di kaki dan lengan saja Foto: Shutterstok
Semprot atau oleskan produk anti serangga di kaki dan lengan saja Foto: Shutterstok

Selain itu, kata Dokter Reza, penting untuk melakukan gerakan 3M+ yang selama ini juga telah dilakukan pemerintah. Yakni menutup tempat menampung air, menguras tempat penampungan air, dan membersihkan barang-barang yang memiliki potensi untuk dijadikan tempat berkembang biak nyamuk.

Kemudian plus yang dimaksud dari 3M+ adalah memasang kawat kasa pada ventilasi jendela, menanam tanaman yang dapat menangkal nyamuk, memberikan larvasida pada penampungan air, memelihara ikan pemakan jentik, menggunakan lotion atau krim anti nyamuk serta memberikan vaksinasi DBD.

Ikatan Dokter Anak Indonesia (IDAI) merekomendasikan vaksin dengue untuk mencegah DBD diberikan pada anak usia 6-18 tahun.

Jadi, yuk bantu mencegah DBD pada anak dengan beberapa tips di atas, Moms!



Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url