Kamis, 11 Agustus 2011
Kurs mata uang Yuan Tiongkok kurang dari 6,4 untuk satu dolar Amerika untuk pertama kalinya sejak kenaikan 17 tahun lalu.

Foto: Reuters
Nilai mata uang Yuan diperkirakan akan mengalami kenaikan terhadap dolar AS.
Mata uang Tiongkok naik ke rekor tertinggi hari Kamis sementara bank sentral negara itu berusaha mengatasi laju inflasi yang meningkat dan janji bank sentral di Amerika Serikat untuk terus mengambil kebijakan uang longgar.
Kurs mata uang Yuan Tiongkok kurang dari 6,4 untuk satu dolar Amerika untuk pertama kalinya sejak kenaikan bersejarah nilai mata uang Tiongkok 17 tahun lalu. Nilai mata uang Tiongkok itu telah naik lebih dari 3 persen sejak Januari dan hampir 7 persen sejak pemerintah mulai mengizinkan kenaikan lambat-laun mata-uang Yuan bulan Juni tahun 2010.
People's Daily, suratkabar utama Partai Komunis yang berkuasa, mengatakan dalam situsnya Internetnya hari kamis bahwa kenaikan Yuan diperkirakan akan semakin lancar sementara pemerintah berusaha melawan inflasi dan menghindarkan apa yang disebut "uang panas" dari Amerika Serikat.
Bank Sentral Amerika mengumumkan hari Selasa bank tersebut akan mempertahankan suku bunga dekat nol sampai pertengahan tahun 2013, yang membuat uang mudah diperoleh para penanam modal.
* Harus Dilengkapi Dengan mengisi formulir ini, Anda setuju: Kami akan mempertimbangkan komentar Anda sebelum mempublikasikannya. Tidak semua komentar akan kami publikasi. VOA berhak menggunakan komentar Anda dalam semua cabang siaran VOA. Syarat Perjanjian