Liputan6.com, Jakarta: Terdakwa kasus suap proyek wisma atlet Mindo Rosa Manullang mengaku tidak tahu-menahu dengan proyek pembangunan Rumah Sakit Daerah Dhamasraya, Sumatra Barat, tahun 2009 silam.
Ketika pertanyaan itu dicecar lagi, Rosa pun memilih diam. "Saya enggak tahu. Kamu tanya M. Nazaruddin (mantan bendahara Demokrat) saja," kata Rosa di Pengadilan Tipikor, Jakarta, Jumat (5/8).
Kejaksaan Tinggi Sumatra Barat tengah melakukan penyidikan terkait dugaan korupsi dan mark up proyek pembangunan Rumah Sakit tersebut. Perusahaan milik buronan Nazaruddin diduga terlibat dalamnya, yaitu PT Anak Negeri.
Rosa sendiri merupakan Direktur Marketing di perusahaan Nazaruddin tersebut. Lewat pengacaranya, Djufri Taufik, ia mengatakan, yang paling berperan dalam kasus itu adalah Minarsih. Namun, Djufri tak menjelaskan siapa sebenarnya Minarsih itu. "Cobalah kamu cari Minarsih itu, masih hidup kok orangnya. Nanti kita cari Minarsih sebagai saksi meringankan untuk kita," katanya.
Hasil penyidikan kejaksaan Sumatera Barat menemukan proyek land clearing sebesar Rp 19 miliar ditangani oleh PT Duta Graha Indah Tbk lewat perusahaan Nazaruddin yaitu PT Anak Negeri. (YUS)