Mitigasi Bencana, Pemkab Kuningan Perkuat Siaga Bencana - ciayumajakuning

Halaman ini telah diakses: Views
Ciremai Today
Jendela Informasi Jawa Barat 
Mitigasi Bencana, Pemkab Kuningan Perkuat Siaga Bencana
Nov 5th 2026, 08:08 by Admin

CIREMAITODAY.COM, KUNINGAN – Ancaman bencana hidrometeorologi mulai membayangi Kabupaten Kuningan pada awal musim penghujan, Rabu (4/11). Dua peristiwa angin kencang yang terjadi dalam beberapa hari terakhir telah menyebabkan ratusan bangunan warga mengalami kerusakan, disertai pohon tumbang di sejumlah wilayah.

Kondisi tersebut menjadi peringatan serius bagi Pemda Kuningan, untuk meningkatkan kesiapsiagaan menghadapi potensi bencana selama musim hujan. Terlebih intensitas hujan dan cuaca ekstrem berpotensi memicu bencana lain, seperti banjir, tanah longsor, dan pergerakan tanah.

Merespons ancaman tersebut, Bupati Kuningan Dr H Dian Rachmat Yanuar memimpin Apel Kesiapsiagaan Menghadapi Bencana Hidrometeorologi Musim Hujan 2026/2027 di halaman Kantor Setda Kuningan. Apel yang diselenggarakan BPBD Kuningan itu melibatkan berbagai unsur lintas sektor.

Kegiatan tersebut sekaligus menjadi momentum untuk memastikan kesiapan personel, peralatan operasional, logistik, serta pola koordinasi dalam menghadapi kemungkinan terjadinya bencana.

Dalam arahannya, Bupati Dian mengingatkan bahwa kondisi geografis, geologis, hidrologis, klimatologis, dan demografis Kabupaten Kuningan memiliki tingkat kerawanan terhadap berbagai jenis bencana. Mulai dari banjir, tanah longsor, pergerakan tanah, angin puting beliung, hingga kebakaran hutan dan lahan.

Ia secara khusus menyoroti dua kejadian angin kencang yang telah melanda sejumlah wilayah pada awal musim penghujan. Peristiwa pertama menerjang Desa Mekarsari dan Buniasih, Kecamatan Maleber, yang mengakibatkan puluhan rumah warga mengalami kerusakan dengan kategori ringan, sedang, hingga berat.

Sementara kejadian berikutnya berdampak terhadap 10 desa yang tersebar di Kecamatan Luragung dan Cidahu. Selain merusak bangunan, angin kencang juga menyebabkan pohon tumbang di sejumlah lokasi.

Rentetan kejadian tersebut menunjukkan bahwa ancaman bencana hidrometeorologi bukan lagi sekadar potensi, melainkan sudah mulai terjadi dan berdampak langsung terhadap masyarakat.

“Kita berharap mudah-mudahan tidak terjadi, tetapi melalui langkah-langkah antisipatif seperti apel kesiapsiagaan ini, korban maupun dampak bencana yang ditimbulkan bisa kita minimalisir,” ungkap Dian.

Berdasarkan pemetaan wilayah rawan bencana, Bupati menegaskan perlunya langkah penanggulangan secara terpadu dan terintegrasi. Sekaligus meminta seluruh jajaran pemerintahan hingga tingkat desa, mengintensifkan kegiatan kebersihan lingkungan sebagai salah satu upaya mengantisipasi banjir.

“Hal sederhana seperti membersihkan gorong-gorong dan saluran air dari sampah dapat membantu meminimalisir dampak banjir. Karena itu, saya mohon dukungan seluruh aparatur pemerintahan, termasuk di tingkat desa, agar kegiatan seperti ini terus ditindaklanjuti,” pesannya.

Pada kesempatan tersebut, Bupati juga mengapresiasi seluruh unsur yang terlibat dalam penanganan kebencanaan, termasuk keberhasilan pemadaman kebakaran hutan dan lahan di lereng Gunung Ciremai beberapa waktu lalu.

Menurutnya, keberhasilan pemadaman dalam waktu sekitar empat hari meskipun menghadapi medan yang sulit merupakan bukti pentingnya kerja sama dan respons cepat seluruh pihak, mulai dari pemerintah daerah, TNI-Polri, BPBD, Satpol PP, relawan, pegiat lingkungan hingga aparat desa.

“Ketika kita kompak dan bersinergi, tidak ada hal yang tidak mungkin kita selesaikan dengan cepat. Ini terbukti dari kerja keras seluruh unsur dalam penanganan kebakaran di Gunung Ciremai,” tuturnya.

Sementara Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana menjelaskan, bahwa apel kesiapsiagaan tersebut merupakan bagian dari peralihan periode kesiapsiagaan bencana. Sebelumnya, pemerintah daerah menjalankan siaga kekeringan hingga Oktober 2026.

Memasuki November, fokus penanganan mulai diarahkan pada potensi bencana hidrometeorologi basah atau bencana yang berkaitan dengan musim hujan, sembari menunggu penetapan Surat Keputusan Gubernur Jawa Barat terkait status kesiapsiagaan tersebut.

Indra mengatakan, berbagai langkah mitigasi telah dilakukan, salah satunya melalui rapat koordinasi bersama TNI-Polri dan seluruh pemangku kepentingan terkait.

“Melalui apel siaga ini, kita ingin menyinergikan dan mengoordinasikan semua pihak, baik dari aspek pemerintahan, kewilayahan maupun teknis dalam penanggulangan kebencanaan,” jelasnya.

Menurutnya, kegiatan tersebut juga menjadi sarana menginventarisasi seluruh kekuatan dan sumber daya yang dimiliki Kabupaten Kuningan. Inventarisasi meliputi personel, peralatan, perlengkapan operasional hingga dukungan lainnya.

“Harapannya, seluruh kekuatan lintas sektor menjadi satu kesatuan yang utuh dalam menghadapi potensi bencana pada musim hujan, sehingga penanganannya bisa lebih terintegrasi dan terkoordinasi,” pungkasnya.(dri)

The post Mitigasi Bencana, Pemkab Kuningan Perkuat Siaga Bencana appeared first on Ciremai Today.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url