CIREMAITODAY.COM, BANDUNG – Wakil Ketua DPRD Jawa Barat Ono Surono, S.T., menekankan pentingnya kejujuran, amanah, kecerdasan, dan ketegasan dalam kepemimpinan. Ia menyebut empat sifat Rasul dalam Islam dan filosofi Sunda Panca Waluya dapat menjadi pedoman bagi seorang pemimpin.
Hal itu disampaikan Ono saat menjadi pembicara dalam Seminar Nasional Grand Final Lomba Orasi untuk memperingati Hari Sumpah Pemuda 2026 di Universitas Pasundan.
Menurut Ono, empat sifat Rasul, yakni shiddiq, amanah, tabligh, dan fathonah, memiliki nilai penting dalam membangun karakter pemimpin. Keempatnya mencakup kejujuran, tanggung jawab, kemampuan menyampaikan informasi, serta kecerdasan dalam mengambil keputusan.
“Bicara terkait dengan kepemimpinan, maka kita masuk pada perspektif kepemimpinan Islam. Islam ada sifat-sifat Rasul yang biasanya menjadi referensi setiap pemimpin,” ujar Ono.
Ia menjelaskan, shiddiq berarti jujur, amanah berarti dapat dipercaya, tabligh berarti menyampaikan, sedangkan fathonah menggambarkan kecerdasan dan kecakapan.
Ono menilai nilai-nilai tersebut relevan diterapkan dalam berbagai bentuk kepemimpinan di Indonesia, termasuk karena Indonesia merupakan negara yang berketuhanan.
“Dan Indonesia sebagai negara yang berketuhanan, pasti empat sifat Rasul ini menjadi referensi dalam setiap pemimpin,” katanya.
Panca Waluya, Filosofi Sunda tentang Karakter Pemimpin
Selain nilai-nilai Islam, Ono mengangkat filosofi Sunda Panca Waluya sebagai pedoman membangun karakter pemimpin. Filosofi tersebut memuat lima nilai, yakni cageur, bageur, bener, pinter, dan singer.
Cageur berarti sehat jasmani dan rohani. Bageur bermakna baik, sedangkan bener berkaitan dengan kebenaran, kejujuran, dan integritas. Adapun pinter berarti cerdas dan pandai, sementara singer menggambarkan sikap cekatan serta terampil.
Ono menilai nilai-nilai tersebut sejalan dengan prinsip kepemimpinan yang dibutuhkan masyarakat. Seorang pemimpin tidak cukup hanya memiliki kecerdasan, tetapi juga harus berintegritas, dapat dipercaya, dan mampu bertindak sesuai kebutuhan.
Pemimpin Harus Peka terhadap Persoalan Rakyat
Ono mengatakan nilai kepemimpinan dalam Islam dan budaya Sunda pada akhirnya dapat menjadi bagian dari karakter pemimpin nasional.
Ia menekankan pentingnya komitmen pemimpin untuk memiliki kepekaan terhadap persoalan masyarakat dan bangsa. Pemimpin juga harus menjaga ideologi Pancasila agar tetap menjadi landasan kehidupan berbangsa dan bernegara.
“Maka kita mengenal, misalnya pemimpin yang mempunyai komitmen bagaimana mempunyai sense of crisis, peduli terhadap permasalahan rakyat, peduli terhadap bangsa, peduli terhadap bagaimana memastikan Pancasila sebagai ideologi bangsa ini tetap tegak berdiri dan berjalan seiring sejalan kehidupan kita semua,” tutur Ono.
Pesan tersebut menjadi pengingat pentingnya membangun kepemimpinan yang tidak hanya mengandalkan kemampuan, tetapi juga menjunjung nilai moral, integritas, serta kepedulian terhadap kepentingan masyarakat.
The post Ono Surono Ungkap 4 Sifat Rasul dan Panca Waluya sebagai Dasar Pemimpin appeared first on Ciremai Today.