CIREMAITODAY.COM, CIREBON – Kepala Satuan Pelayanan Pemenuhan Gizi (SPPG) Harjamukti Kalijaga 5, Kota Cirebon, Andi, menyampaikan permohonan maaf atas dugaan keracunan Makan Bergizi Gratis (MBG) yang menimpa ratusan siswa TK, SD, dan guru di wilayah Kalijaga.
Andi menyatakan pihak yayasan akan bertanggung jawab atas biaya yang timbul akibat insiden tersebut. Selain itu, dapur SPPG Kalijaga 5 kini ditutup sementara hingga waktu yang belum ditentukan.
Dalam keterangannya, Andi mengaku turut merasakan kesedihan dan kemarahan atas kejadian yang melibatkan makanan dari dapur SPPG tersebut.
Ia pun menyampaikan permohonan maaf kepada para korban, keluarga, dan masyarakat.
“Saya mohon maaf, minta maaf yang sebesar-besarnya kepada (korban). Mohon-mohon MBG kita dimaafkan,” ujarnya, Rabu (21/10/2026).
Andi menegaskan, Yayasan Tri Bhakti Bhakti akan menanggung biaya akibat insiden tersebut hingga anak-anak yang terdampak pulih.
“Seterusnya, terkait untuk rasa tanggung jawab kita, segala bentuk biaya akibat dampak dari program ini, MBG yang kita salurkan di hari kemarin, akan kita bertanggung jawab. Dari Yayasan Tri Bhakti Bhakti akan bertanggung jawab, ya, sampai benar-benar nanti anak-anak kita pulih, sembuh,” ungkapnya.
Dapur SPPG Kalijaga 5 Ditutup Sementara
Andi juga mengungkapkan dapur SPPG Kalijaga 5 mendapat sanksi penghentian sementara setelah insiden dugaan keracunan MBG tersebut.
Ia menyebut penutupan berlangsung hingga waktu yang belum ditentukan. Pihaknya juga masih menunggu hasil pemeriksaan sampel makanan dari Dinas Kesehatan untuk mengetahui penyebab kejadian.
“Kita akan menunggu hasil dari Dinas Kesehatan. Sudah diambil sampel di sini dua, nanti kita tunggu hasilnya 1×24 jam,” katanya.
The post Kepala SPPG Kalijaga Cirebon Minta Maaf, Siap Tanggung Biaya Korban Keracunan MBG appeared first on Ciremai Today.