Melihat Lebih Dekat Tradisi Seba Sapton dan Babarit di Kuningan - ciayumajakuning

Halaman ini telah diakses: Views
Ciremai Today
Tagline: Jendela Informasi Jawa Barat 
Melihat Lebih Dekat Tradisi Seba Sapton dan Babarit di Kuningan
Sep 7th 2026, 09:44 by Admin

CIREMAITODAY.COM,KUNINGAN – Ribuan warga tumpah ruah menyaksikan helaran tradisi budaya Seba Sapton dan Babarit di kawasan Pendopo dan Jalan Siliwangi. Ini merupakan momen Hari Jadi ke-528 Kuningan, Minggu (6/9), dengan memadukan tradisi keprajuritan, seni pertunjukan, serta ritual kebersamaan masyarakat.

Mengusung tema Ajeg Purbawisesa, Seba Sapton diawali dengan berkumpulnya peserta di Taman Kota Kuningan sebelum dilanjutkan Kirab Keprajuritan Nganjang Ka Pendopo Raja. Para camat tampil sebagai Demang bersama kontingen dari lima Kademangan yang mewakili seluruh wilayah Kuningan.

Sekretaris Disporapar Kuningan, Ritto Riswanto mengatakan, prosesi tersebut menjadi ruang untuk mempertemukan unsur pemerintah daerah dengan masyarakat melalui tradisi yang sarat nilai sejarah dan budaya.

“Rangkaian acara dimulai dengan berkumpulnya para peserta Seba Sapton di area Taman Kota Kuningan. Suasana kemudian disemarakkan alunan Tatalu dari Tim Seni Seba Bhakti Raharja di Pendopo, yang diikuti oleh lima Kademangan,” katanya.

Prosesi kemudian dilanjutkan dengan penyambutan rombongan oleh Bupati Kuningan selaku Pangbage Kanjeng Raja, Wakil Bupati sebagai Kanjeng Patih, serta jajaran Gedeng. Penyerahan pusaka Kujang, pusaka kerajaan, hingga pelepasan busur panah menjadi bagian dari prosesi sebelum pertunjukan Tari Kolosal Gelar Budaya Seba Sapton digelar.

Lima Kademangan selanjutnya menyerahkan hasil Seba dengan menampilkan ciri khas masing-masing. Kademangan Jaya Giri menampilkan keprajuritan panah dan Angklung Buncis, Mandala Jaya dengan pedang-tameng dan Reog Pencak, Bratasana Jaya dengan tombak-tameng dan Tari Tombak Wayang, Raksakancana Jaya dengan keprajuritan gada dan Tari Angkol, serta Suradipati Jaya dengan Kujang Satia Pusaka Wibawa Nagara dan Tari Rudat.

Setelah penyerahan Seba, prosesi dilanjutkan dengan amanat Kanjeng Raja dan Nawur Asih, yakni pembagian hasil Seba, tumpeng, serta gunungan sayuran kepada masyarakat.

“Setelah penyerahan hasil Seba, Kanjeng Raja akan memberikan amanat. Selanjutnya dilaksanakan prosesi Nawur Asih oleh Kanjeng Patih berupa pembagian hasil Seba, tumpeng, dan gunungan sayur kepada masyarakat,”jelasnya.

Rangkaian kegiatan berlanjut pada sore hari melalui prosesi Babarit. Tradisi tersebut diisi Rajah atau Kidung Pembuka, tari sakral, Tayub Menak, Tepak Soder, Tari Kangsreng, hingga Tari Masal. Kegiatan ditutup dengan Murak Tumpeng atau makan bersama sebagai simbol rasa syukur dan ngala berkah.

Bupati Kuningan, Dian Rachmat Yanuar mengatakan, Seba Sapton dan Babarit merupakan tradisi leluhur yang harus terus dijaga agar tidak terputus oleh perkembangan zaman.

“Ini artinya tradisi leluhur dari waktu ke waktu terus kita pertahankan. Mudah-mudahan, seperti yang saya sampaikan tadi, menghormati tradisi dan merawat tradisi ini juga sepertinya merawat masa depan,” ujarnya.

Menurutnya, pelaksanaan tahun ini memiliki nuansa berbeda. Jika sebelumnya prosesi Sapton digelar di Lapang Cijoho dan lebih banyak dinikmati peserta, tahun ini lokasi dipindahkan ke Jalan Siliwangi sehingga dapat disaksikan masyarakat secara lebih luas.

“Kalau Sapton ini sekarang berbeda. Kalau dulu dinikmati oleh para peserta saja di Lapang Cijoho, sekarang kita pindahkan di Jalan Siliwangi. Ternyata mendapat antusiasme yang cukup bagus dari para penonton dan masyarakat,” katanya.

Ia menilai, antusiasme tersebut menjadi sinyal positif bahwa tradisi lokal masih memiliki tempat kuat di tengah masyarakat. Sekaligus berpotensi dikembangkan sebagai daya tarik wisata budaya.

“Saya berterima kasih kepada antusiasme masyarakat dan panitia yang telah menggagas kegiatan ini. Insya Allah mudah-mudahan ini juga menjadi daya tarik wisata,” tuturnya.

Ia juga menyoroti, tradisi berbagi makanan sebagai salah satu nilai penting dalam Babarit. Hasil Seba berupa sayuran dibagikan kepada warga untuk dibawa pulang, sementara makan bersama menjadi simbol kebersamaan dan rasa syukur.(dri)

The post Melihat Lebih Dekat Tradisi Seba Sapton dan Babarit di Kuningan appeared first on Ciremai Today.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url