CIREMAITODAY.COM, KUNINGAN – Derap kuda dan iring-iringan delman kembali mewarnai peringatan Hari Jadi ke-528 Kuningan. Tradisi tahunan ini mengantarkan Bupati Kuningan bersama jajaran Forkopimda dari Pendopo Kuningan menuju Gedung DPRD untuk mengikuti Sidang Paripurna Hari Jadi Kuningan, Selasa (1/9).
Tradisi naik delman bukan sekadar seremoni. Di tengah laju perubahan zaman, tradisi tersebut menjadi simbol upaya Pemda Kuningan untuk menjaga akar budaya dan kearifan lokal agar tetap hidup dalam proses pembangunan daerah.
Pesan itu mengemuka dalam Sidang Paripurna DPRD Kuningan dalam rangka Hari Jadi ke-528. Sidang dipimpin Ketua DPRD Kuningan Nuzul Rachdy dan dihadiri langsung Gubernur Jabar Kang Dedi Mulyadi dan Bupati Dian Rachmat Yanuar.
Ketua DPRD Kuningan, Nuzul Rachdy mengatakan, Hari Jadi ke-528 harus menjadi momentum untuk memperkuat kolaborasi seluruh unsur pemerintahan dan masyarakat.
Ia menilai pembangunan daerah tidak dapat berjalan sendiri, tetapi membutuhkan sinergi antara eksekutif dan legislatif, serta dukungan pemerintah provinsi dan pemerintah pusat.
“Semoga hari jadi ini menjadi momentum penting untuk melakukan refleksi, memperkuat kolaborasi dari semua aspek penyelenggara Pemerintah Daerah Kabupaten Kuningan guna mewujudkan Kabupaten Kuningan yang maju, lestari, agamis, dan tangguh,” ujarnya.
Ia juga mengapresiasi, berbagai capaian Pemkab Kuningan di bawah kepemimpinan Bupati Dian Rachmat Yanuar dan Wakil Bupati Tuti Andriani. Menurutnya, penghargaan dan prestasi yang diraih daerah merupakan hasil kerja bersama pemerintah, masyarakat, dunia usaha dan berbagai pemangku kepentingan.
Sementara itu, Bupati Dian Rachmat Yanuar menegaskan tema Hari Jadi ke-528 yakni Melesat Ngudag Jaman Ngakar Kuat Purwadaksi, menjadi pijakan Kuningan untuk bergerak cepat mengikuti perkembangan zaman tanpa kehilangan identitas.
“Setinggi apa pun kita terbang melesat menggapai masa depan, akar sejarah, jati diri, kearifan lokal, serta nilai-nilai agamis dan keasrian tradisi Sunda Kuningan harus tetap menancap kokoh di dalam dada,” katanya.
Ia memaparkan, sejumlah capaian pembangunan sepanjang 2025 hingga pertengahan 2026, mulai dari pertumbuhan ekonomi, peningkatan investasi dan infrastruktur, pendidikan, kesehatan, pengentasan kemiskinan, pemberdayaan UMKM hingga pengembangan sektor pariwisata.
Hari Jadi ke-528 Kuningan juga menjadi panggung apresiasi, bagi putra-putri daerah yang menorehkan prestasi di tingkat nasional dan internasional. Penghargaan diberikan kepada atlet, pelajar, santri, desa berprestasi serta masyarakat yang dinilai memberikan kontribusi bagi daerah.
Pemda Kuningan turut memberikan penghargaan kepada masyarakat Pinunjul, mulai dari petani, guru ngaji, pedagang, buruh hingga marbot yang digagas Waroenk Rakyat. Bahkan, marbot penerima penghargaan tersebut mendapat apresiasi khusus berupa rencana pemberangkatan ibadah umrah.
Tokoh asal Kuningan, Andi Gani Nena Wea, juga menerima penghargaan sebagai Tokoh Pinunjul Kabupaten Kuningan atas perhatian dan kontribusinya terhadap pengembangan investasi dan perekonomian daerah.
Dian menegaskan, penghargaan tersebut bukan sekadar seremoni, melainkan bentuk penghormatan kepada masyarakat yang telah memberikan kontribusi nyata bagi Kuningan.
Ia pun mengajak seluruh elemen masyarakat menjadikan Hari Jadi ke-528 sebagai momentum memperkuat persaudaraan, gotong royong dan kolaborasi.
“Jangan biarkan perbedaan warna atau pandangan politik meretakkan rasa persaudaraan kita. Kuningan adalah rumah besar kita bersama. Hanya dengan gotong royong dan rasa cinta, kita mampu menyongsong masa depan yang lebih masif tanpa pernah melupakan akar budaya kita,” pungkasnya.
The post Konvoi Delman Hias Warnai Peringatan Hari Jadi Kuningan appeared first on Ciremai Today.