CIREMAITODAY.COM, KUNINGAN – Kebakaran hutan dan lahan (karhutla) di kawasan Taman Nasional Gunung Ciremai (TNGC), Kabupaten Kuningan, terus menjadi perhatian. Api yang semula terdeteksi di tiga blok kini meluas ke empat blok kawasan hutan.
Kepala Pelaksana BPBD Kuningan, Indra Bayu Permana mengatakan, kebakaran pertama kali diketahui pada Senin (7/9). Hingga Rabu (9/9), petugas gabungan masih melakukan upaya pemadaman, penyekatan, dan pendinginan untuk mencegah api kembali menjalar.
Kebakaran terjadi di kawasan TNGC yang berada di wilayah Desa Singkup, Kecamatan Pasawahan. Sejumlah titik yang terdampak antara lain Blok Cileutik, Manguntapa, Cimaung, serta titik lain yang masuk dalam kawasan terdampak seperti Panjak Roma, Karang Dingding dan Jalan Maling.
“Pada Senin, 7 September 2026, terlihat kepulan asap di kawasan lahan TNGC Blok Cileutik. Api kemudian merembet ke beberapa titik, termasuk Blok Cimaung dan Blok Manguntapa,” jelasnya.
Menurutnya, tidak ada korban jiwa dalam kejadian tersebut. Namun, kebakaran menghanguskan sejumlah titik lahan di kawasan TNGC yang didominasi vegetasi pohon sonokeling.
Sejak kebakaran terdeteksi, penanganan dilakukan secara bertahap dengan membagi personel ke sejumlah titik. BPBD Kuningan bersama tim TNGC dan Masyarakat Peduli Api (MPA) melakukan pemadaman menggunakan peralatan manual maupun jet shooter.
Penanganan kemudian diperkuat dengan melibatkan unsur TNI, Polri, Yonif TP 839/SP, Forkopimcam Pasawahan, aparat desa, masyarakat, serta MPA Paguyuban Siliwangi Ciayumajakuning.
Tim gabungan mengerahkan sejumlah peralatan, di antaranya satu unit mesin pompa, selang berukuran 2 inci sebanyak delapan rol, selang 2,5 inci sebanyak dua rol, dua nozzle, serta dua unit jet shooter. Mobil double gardan milik TNGC juga digunakan untuk mendukung mobilitas petugas di medan yang sulit dijangkau.
Selain pemadaman, petugas melakukan penyekatan dan mock up atau pendinginan pada titik-titik yang telah berhasil dikendalikan. Langkah tersebut dilakukan untuk mengantisipasi munculnya kembali bara api yang berpotensi memicu perluasan kebakaran.
Kondisi lapangan sempat menjadi tantangan karena angin bertiup dengan kecepatan sekitar 12,5 hingga 20 kilometer per jam dari arah selatan menuju utara. Pada Selasa (8/9) sekitar pukul 20.00 WIB, api masih terlihat menyala sehingga potensi penyebaran tetap harus diwaspadai.
BPBD bersama unsur terkait masih menempatkan personel, untuk melanjutkan penanganan hingga kondisi benar-benar aman. Kebutuhan darurat di lapangan meliputi tambahan personel, peralatan pemadaman karhutla, serta dukungan logistik.
Hingga Rabu (9/9), proses pemadaman dan pendinginan masih berlangsung. Tim gabungan terus berupaya membatasi pergerakan api agar tidak semakin meluas ke kawasan hutan TNGC lainnya.
The post Kebakaran Kawasan TNGC Kuningan Meluas, Empat Blok Kini Terdampak appeared first on Ciremai Today.