Trois Films berkolaborasi dengan JJan E&M . Foto: Vincentius Mario/kumparan
Rumah produksi Indonesia, Trois Films, resmi menjalin kemitraan strategis dengan PH hiburan asal Korea Selatan, JJan E&M. Mereka siap menggarap proyek perdana dengan melibatkan tangan dingin sineas legendaris Yang Kil-young.
Perlu diketahui, Yang Kil-young pernah menjabat sebagai Action Director untuk film-film ikonik seperti Oldboy (2003), garapan sutradara Park Chan Wook.
"Tim produksi dari Trois dengan Korea ini akan berkolaborasi, lewat karya terbaru," ujar Randy Chans, Sutradara Trois Films, di Kemang, Jakarta Selatan, belum lama ini.
Selain Yang Kil-young, nama besar lain seperti Hyun gyu-Choi juga akan terlibat sebagai Assistant Director.
Bukan Remake, Cerita Orisinal
Meski menggandeng tim Korea, CEO Trois Films, Lok S. Iman, memastikan proyek perdana mereka bukan remake dari film Korea yang sudah ada, melainkan sebuah Kekayaan Intelektual (IP) orisinal.
"Skripnya sedang kita finalisasi, targetnya kuartal keempat sudah syuting. Soal remake, kami sempat bahas juga, tapi untuk proyek yang kita jalankan sekarang IP-nya orisinal dari kita," tegas Lok S. Iman.
Trois Films berkolaborasi dengan JJan E&M . Foto: Vincentius Mario/kumparan
CEO JJan E&M, Choi Woo Young, menambahkan, pihaknya melihat Indonesia bukan lagi sekadar penonton, melainkan pasar yang sangat potensial secara global.
"Saat ini pasar media global sedang berada di titik perubahan besar di mana konten lokal Asia semakin diutamakan dan berkembang," ungkap Choi Woo Young.
Menurutnya, perpaduan antara populasi muda yang besar serta pertumbuhan bioskop dan platform OTT yang pesat membuat Indonesia bersama Vietnam menjadi pemain yang sangat menonjol di Asia Tenggara.
"Kami sangat menantikan hari di mana karya yang kita bangun bersama akan menghubungkan Indonesia dan Korea, serta melangkah lebih jauh menyentuh hati penonton di seluruh dunia," tambah Choi.
Kerja sama ini dirancang sebagai hubungan jangka panjang yang mencakup distribusi konten, kolaborasi teknologi, hingga program pertukaran talenta.
Untuk film pertama, jajaran pemain kemungkinan besar akan diisi oleh aktor-aktor berbakat Indonesia, namun pintu kolaborasi aktor antar-negara tetap terbuka lebar di masa depan.
"Pertama kami akan co-production untuk film. Dalam waktu dekat ini kami akan segera memproduksi feature film. Untuk film pertama ini kelihatannya aktornya full Indonesia, tapi tidak menutup kemungkinan ke depan pakai aktor Korea," jelas Lok.
Saat ini, naskah film tersebut sedang memasuki tahap akhir finalisasi dengan target memulai proses syuting pada kuartal keempat tahun 2026. Dengan sentuhan aksi ala Oldboy dan visi dari Trois Films, kolaborasi ini patut dinantikan sebagai standar baru sinema laga Indonesia.