Polling kumparan: 50,93% Perempuan Cuci Pembalut hingga Bersih Sebelum Dibuang - juandry blog

Halaman ini telah diakses: Views
kumparan - #kumparanAdalahJawaban
 
Polling kumparan: 50,93% Perempuan Cuci Pembalut hingga Bersih Sebelum Dibuang
Jun 27th 2026, 18:29 by kumparanWOMAN

Ilustrasi membuang pembalut. Foto: GBALLGIGGSPHOTO/Shutterstock
Ilustrasi membuang pembalut. Foto: GBALLGIGGSPHOTO/Shutterstock

Persoalan mengenai pembalut sekali pakai perlu dicuci atau tidak sebelum dibuang masih menjadi perdebatan di kalangan perempuan Indonesia. Berdasarkan polling yang dilakukan kumparan pada 9–23 Juni 2026, sebanyak 50,93 persen (109) responden memilih untuk mencuci pembalut hingga bersih sebelum dibuang.

Sementara itu, 49,07 persen (105) responden sisanya memilih langsung membuang pembalut dengan rapi setelah dipakai. Selisih yang sangat tipis ini menunjukkan bahwa para perempuan memiliki preferensi masing-masing mengenai cara membuang pembalut yang dianggap paling tepat.

Berdasarkan panduan UNICEF tentang menstrual hygiene products, pembalut sekali pakai dapat langsung dibuang tanpa perlu dicuci. Senada, Dokter Spesialis Obstetri dan Ginekologi, dr. Andrew Yurius Christian, Sp.OG juga mengatakan bahwa pembalut sekali pakai tidak disarankan untuk dicuci.

Ilustrasi kemasan pembalut. Foto: Towfiqu ahamed barbhuiya/Shutterstock
Ilustrasi kemasan pembalut. Foto: Towfiqu ahamed barbhuiya/Shutterstock

“Pembalut sekali pakai sudah dirancang khusus dan terbuat dari bahan yang menyerap serta mengunci cairan menstruasi. Jadi, jika dicuci justru dapat merusak struktur pembalut dan berpotensi menyebabkan penyebaran bakteri,” ujar dr. Andrew kepada kumparanWOMAN.

Sependapat dengan dr. Andrew, dr. Achmad Mediana, Sp.OG. mengungkapkan pembalut sekali pakai memiliki banyak lapisan di dalamnya, sehingga tidak dapat bersih walaupun dicuci. Nah, meski tak perlu dicuci, dr. Achmad mengingatkan agar pembalut dibuang dengan cara yang rapi.

“Dibungkus yang bagus, buang ke tempat sampah yang tertutup. Tak boleh ada daur ulang,” jelas dr. Achmad.

Lebih detail, Ladies dapat menggulung pembalut dengan bagian yang kotor berada di dalam, lalu membungkusnya menggunakan kertas, tisu, atau kantung plastik. Setelah terbungkus rapi, dr. Andrew mengatakan limbah pembalut harus dibuang dengan benar dan tidak boleh dibuang sembarangan.

You are receiving this email because you subscribed to this feed at blogtrottr.com. By using Blogtrottr, you agree to our policies, terms and conditions.

If you no longer wish to receive these emails, you can unsubscribe from this feed, or manage all your subscriptions.
Next Post Previous Post
No Comment
Add Comment
comment url